AS Perketat Ekspor Cip AI Canggih

Selasa, 02 Jun 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (31/5) mengambil langkah untuk menutup celah regulasi yang berpotensi memungkinkan perusahaan mengekspor Cip paling canggih di dunia seperti prosesor Blackwell terbaru buatan Nvidia kepada anak perusahaan milik perusahaan Tiongkok yang beroperasi di luar wilayah Tiongkok.

Panduan baru yang dirilis secara mengejutkan itu mengindikasikan bahwa Cip kecerdasan buatan (AI) paling mutakhir asal AS kemungkinan telah mengalir ke anak perusahaan perusahaan AI Tiongkok yang berbasis di negara lain, seperti Malaysia. Hal ini terjadi di tengah upaya Washington membatasi akses perusahaan Tiongkok terhadap semikonduktor penting yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan AI strategis.

Ket. Foto: tampilan Layar menunjukkan logo perusahaan Nvidia dan kartu grafis, baru-baru ini. — Sumber: AFP/Lionel BONAVENTURE

Dilansir dari Channel NewsAsia, menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, panduan baru itu dipublikasikan di situs Departemen Perdagangan AS setelah sebuah dokumen mengenai celah regulasi tersebut beredar di Washington. Salinan dokumen yang diperoleh Reuters menyebut bahwa “pintu masuk telah terbuka secara diam-diam”. Dokumen yang bertanggal Jumat itu tidak mencantumkan nama penulis.

Belum diketahui secara pasti berapa banyak Cip yang telah diekspor selama periode ketika pemerintahan Presiden Donald Trump membiarkan celah tersebut terbuka. Namun, seorang sumber industri Cip yang memiliki pengetahuan mendalam tentang rantai pasok memperkirakan jumlahnya mencapai ratusan ribu unit.

Dalam panduan yang dirilis pada akhir pekan itu, Biro Industri dan Keamanan (BIS) Departemen Perdagangan AS menyatakan akan menerapkan persyaratan lisensi ekspor untuk Cip canggih kepada entitas yang berkantor pusat di Tiongkok, meskipun entitas tersebut beroperasi di luar negeri.

“BIS mengeluarkan panduan untuk memperjelas persyaratan lisensi ekspor yang telah berlaku sejak 2023,” kata juru bicara biro tersebut. “BIS akan terus menegakkan kontrol ekspor secara ketat guna melindungi teknologi penting AS.”

  • persaingan teknologi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.