BPBD: Sungai Babon di Semarang Meluap, Sejumlah Perumahan Terendam Banjir

Senin, 16 Feb 2026, 09:54 WIB

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah, melaporkan sejumlah permukiman di wilayah tersebut tergenang banjir akibat luapan Sungai Babon seiring hujan deras di wilayah bagian atas.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, di Semarang, Senin (16/2), menyebutkan banjir menggenangi sejumlah permukiman, yakni Perumahan Argo Residence, Grand Batik Semarang, dan Grand Permata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, dan wilayah RW 1 Kelurahan Rowosari.

Ket. Foto: Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melakukan evakuasi korban banjir di permukiman di Semarang, Senin (16/2/2026). — Sumber: ANTARA

"Ketinggian banjir terpantau sampai 150 cm, sedada orang dewasa. Itu dilaporkan Senin pada pukul 02.00 WIB. Alhamdulillah sudah mulai surut, ada yang sudah 20–30 cm," katanya.

Ia menjelaskan banjir tersebut akibat hujan deras dengan intensitas sedang dan tinggi di wilayah Kota Semarang.

"Sistem drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang membuat aliran air meluap di area permukiman," katanya.

Kebetulan ia mengatakan debit Sungai Babon juga tinggi karena kiriman dari wilayah atas, seperti Ungaran, yang juga hujan deras.

Ia menyebutkan puluhan warga terdampak akibat banjir tersebut, seperti di Perumahan Argo Residence di RT 7 RW 7 ada 25 Kepala Keluarga (KK) atau 80 jiwa dan RT 8 RW 7.

Di Perumahan Grand Batik Semarang ada 13 KK/33 jiwa yang terdampak, kemudian di Perumahan Grand Permata Tembalang ada 63 KK/138 jiwa (RT 8 RW 3) dan 47 KK/175 jiwa (RT 9 RW 3).

Banjir di Perumahan Grand Permata Tembalang juga membuat sejumlah warga harus mengungsi di Masjid Iktifal Al Barokah, yakni sebanyak 18 orang terdiri atas 12 dewasa dan enam balita.

Kemudian banjir di Perumahan Dinar Indah RW 26 Meteseh berdampak terhadap 26 KK/34 jiwa di RT 6, dan RW 1 Kelurahan Rowosari sekitar 200 KK/500 jiwa.

Saat ini, kata dia, BPBD Kota Semarang masih melakukan monitoring dan pemantauan wilayah yang masih terdampak genangan, melakukan asesmen dan evaluasi korban banjir.

Untuk kebutuhan yang mendesak saat ini, kata dia, yakni pembersihan lokasi pascabanjir, dukungan logistik di wilayah terdampak, dan air bersih.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.