Jejak Manggis Menjelang Imlek: Cerita Petani Bali di Balik Lonjakan Ekspor ke Tiongkok
📅 Jumat, 13 Feb 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim PenulisHeri menyampaikan bahwa BKHIT Bali selama Desember 2025 hanya sekali menyertifikasi manggis dengan volume 9,7 ton untuk keperluan ekspor.
Menurut dia, permintaan manggis meningkat menjelang tahun baru Imlek karena masyarakat Tiongkok menganggap manggis sebagai lambang keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan.
Meski permintaannya meningkat, menurut data BKHIT Bali angka pengiriman manggis menjelang Imlek 2026 masih lebih rendah dibandingkan dengan kurun yang sama tahun 2025.
Pada kurun yang sama tahun 2025, BKHIT Bali melakukan total 131 kali sertifikasi manggis dengan volume 356,5 ton untuk tujuan ekspor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penurunan volume ekspor menurut BKHIT Bali antara lain disebabkan oleh penurunan produksi manggis akibat kondisi cuaca ekstrem.
Heri menjelaskan bahwa penanganan pengiriman manggis ke China dilakukan sesuai dengan prosedur ekspor yang berlaku.
BKHIT Bali berusaha memastikan manggis yang akan diekspor memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam protokol ekspor, termasuk di antaranya bebas kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, dan siput.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!