Utang Whoosh Belum Dibahas, Menkeu Masih Tunggu Arahan Istana
Kamis, 12 Feb 2026, 20:35 WIBJAKARTA â Penyelesaian utang proyek Kereta Cepat IndonesiaâChina (KCIC/ Whoosh) menjadi langkah krusial untuk menutup bab risiko fiskal sekaligus memperjelas keberlanjutan proyek strategis nasional.
Kepastian skema pembayaran dan restrukturisasi utang memberi ruang bagi pemerintah dan operator untuk beralih dari fase pembangunan menuju optimalisasi operasional dan peningkatan okupansi.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan proyek ini mampu menghasilkan arus kas yang sehat, sehingga tidak terus bergantung pada dukungan negara dan benar-benar memberi nilai tambah ekonomi jangka panjang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum membahas lebih lanjut perihal penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan pihak Istana Negara.
âNanti, saya belum dipanggil untuk masalah itu,â kata Purbaya kepada wartawan usai kegiatan Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2).
Menurut Purbaya, pembahasan terakhir mengenai restrukturisasi keuangan KCIC masih menggunakan skema 50:50, sehingga tak semua beban utang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, Menkeu bakal memastikan kelanjutan dari rencana penyelesaian utang proyek Kereta Cepat JakartaâBandung itu seusai menerima panggilan dari Istana.
âSeingat saya sih masih 50:50. Ini belum diajak ke sana,â tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut sumber pembayaran utang pembangunan Whoosh berasal dari APBN. Hal itu ia sampaikan usai Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2025 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).
Mensesneg menjelaskan pembahasan itu masih dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dan pembicaraan teknis soal mekanisme pembayaran dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang kereta cepat Whoosh JakartaâBandung , termasuk detil yang terkait dengan angka, dan skenario-skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh oleh pemerintah.
Perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada jajaran menteri saat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (29/10/2025) malam.
Masalah penyelesaian utang proyek Kereta Cepat JakartaâBandung (KCJB) Whoosh menjadi sorotan publik mengingat beban utang dari proyek itu mencapai Rp116 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan upaya restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh masih membutuhkan proses dan waktu.
Pemerintah, kata dia, juga mengkaji pembentukan komite nasional kereta cepat untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengelolaan proyek tersebut.
- Penyelesaian Utang Whoosh
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Puluhan SPPG di Lampung Kena SP1, BGN Tegaskan Disiplin SOP Program Gizi
-
Inter Milan Naik ke Posisi Ketiga setelah Kalahkan Fiorentina 3-0
-
Bekuk Newcastle 3-1, Manchester City ke Final Carabao Cup
-
Danantara Perkuat Investasi Timur Tengah lewat Akuisisi Hotel di Makkah
-
Mantan Pj Bupati Sidoarjo Ditahan dalam Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Dindik Jatim
-
Indonesia Turunkan 11 Wakil di Korea Masters 2025: Siapa Pengganti Putri KW?
-
Sri Mulyani Bertemu Pejabat AS, Bahas Iklim Investasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.