Raja Lompat Galah Dunia Duplantis Belum Terbendung Usai rebut Juara Eropa

Selasa, 18 Agu 2026, 00:16 WIB

BIRMINGHAM - Atlet lompat galah asal Swedia Armand Mondo Duplantis kembali menunjukkan kelasnya sebagai penguasa lompat galah dunia. Duplantis tampil nyaris tanpa cela untuk merebut gelar juara Eropa keempat secara beruntun setelah melewati mistar setinggi 6,15 meter di Alexander Stadium, Birmingham, Senin (17/8).

Duplantis menundukkan rival utamanya dari Yunani, Emmanouil Karalis, yang harus puas dengan medali perak setelah mencatat lompatan 6,00 meter. Medali perunggu menjadi milik atlet Prancis Baptiste Thiery dengan 5,85 meter.

Ket. Foto: Armand Mondo Duplantis. — Sumber: Istimewa

Gelar tersebut sekaligus mempertegas dominasi Duplantis di panggung atletik Eropa. Pemegang dua medali emas Olimpiade dan tiga gelar juara dunia itu kini mengoleksi empat gelar Eropa secara beruntun. Lebih istimewa lagi, kemenangan di Birmingham diraih dengan rekor kejuaraan baru 6,15 meter, melampaui catatan 6,10 meter yang dibuatnya di Roma dua tahun lalu.

"Ini sangat luar biasa. Saya hanya berusaha untuk menang. Saya senang bisa keluar sebagai pemenang dan itu sudah cukup untuk malam ini," ujar Duplantis.

Duplantis mengaku menikmati seluruh proses selama pekan perlombaan. Namun, dia juga sadar bahwa perjalanan kariernya tidak lagi panjang sehingga setiap gelar memiliki nilai tersendiri.

"Ini gelar Eropa keempat saya secara beruntun dan itu cukup gila. Saya semakin tua dan semuanya berlalu begitu cepat. Jadi saya hanya berusaha untuk tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan menikmatinya sebanyak mungkin," ujarnya.

Persaingan di Birmingham sejak awal memang mengarah kepada duel Duplantis dan Karalis. Hanya tiga atlet dari 14 peserta yang memiliki catatan terbaik di atas enam meter, yakni Duplantis, Karalis dengan rekor pribadi 6,17 meter, serta atlet Norwegia Sondre Guttormsen yang memiliki catatan 6,06 meter.

Duplantis dan Karalis melewati ketinggian awal 5,55 meter tanpa kesulitan. Keduanya kemudian kembali melewati 5,70 meter ketika sejumlah pesaing mulai tersingkir. Pada 5,85 meter, Duplantis, Karalis, dan Thiery masih bertahan.

Memasuki 5,95 meter, persaingan semakin mengerucut. Guttormsen, Bo Kanda Lita Baehre dari Jerman, dan Thiery gagal melewati ketinggian tersebut. Karalis berhasil, sementara Duplantis memilih melewatkan percobaan.

Saat mistar dinaikkan menjadi enam meter, ketegangan meningkat. Duplantis gagal pada percobaan pertama, demikian pula Karalis. Namun, Duplantis menjawab tekanan dengan melewati 6,00 meter pada kesempatan kedua. Karalis kemudian menyamai pencapaian tersebut.

Keduanya kembali melewati 6,05 meter. Duplantis lalu berhasil pada 6,10 meter, sedangkan Karalis gagal pada percobaan pertamanya. Tekanan beralih sepenuhnya kepada atlet Yunani tersebut.

Duplantis kemudian membuat pernyataan tegas. Dia melewati 6,15 meter sekaligus mencetak rekor baru kejuaraan. Karalis memilih melewatkan ketinggian itu dan mencoba peruntungan di 6,20 meter. Namun, satu-satunya peluang terakhirnya berakhir setelah mistar tersenggol dan jatuh.

Duplantis pun memastikan kemenangan tanpa perlu mengejar rekor dunia ke-16. Ia segera mengenakan pakaian hangat dan membereskan tongkat galahnya ketika suhu Birmingham mulai turun.

Kemenangan itu juga penting karena Duplantis baru kembali bertanding setelah menarik diri dari Diamond League London akibat masalah pada paha kiri. Sebelumnya, ia sempat melewati 5,95 meter sebelum memutuskan mundur.

"Ini sangat spesial. Tahun ini cukup berbeda dari standar saya. Jadi bisa datang ke sini dan menang adalah hal yang paling penting," tandas Duplantis.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.