IHSG Hari Ini Tersungkur, Investor Ambil Untung Jelang Long Weekend
📅 Kamis, 12 Feb 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah akibat aksi profit taking menjelang long weekend, mencerminkan perilaku investor yang mengambil keuntungan setelah reli pasar beberapa sesi terakhir.
Pergerakan ini lebih bersifat teknikal dan sementara, bukan indikasi pelemahan fundamental. Namun, tren seperti ini dapat menimbulkan volatilitas jangka pendek, sehingga pelaku pasar perlu mencermati sentimen global dan domestik untuk menilai arah pergerakan indeks selanjutnya.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (12/2) sore, ditutup melemah 25,62 poin atau 0,31 persen ke posisi 8.265,35 seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang periode long weekend libur Tahun Baru Imlek 2026.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,54 poin atau 0,30 persen ke posisi 839,40.
“Setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut, IHSG ditutup melemah yang antara lain didorong oleh aksi ambil untung menjelang long weekend,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ratna mengatakan, investor masih cenderung melakukan strategi trading jangka pendek, di tengah kondisi ketidakpastian yang masih ada. Sektor kesehatan mengalami koreksi terbesar, sedangkan sektor barang baku mencatatkan kenaikan terbesar.
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto berencana menyelenggarakan sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional dan respon pemerintah terhadap berbagai perkembangan global pada Jumat (13/2).
Pemerintah berharap pertemuan tersebut akan menjawab keresahan terkait keputusan lembaga pemeringkat Moody's Ratings, yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, pelaku pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Januari 2026, yang menurut konsensus mencapai 2,5 persen year on year (yoy), atau melambat dari sebelumnya 2,7 persen (yoy) pada Desember 2025.
“Data inflasi ini akan menjadi perhatian investor setelah data nonfarm payrolls AS lebih baik dari perkiraan,” ujar Ratna.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu sektor barang baku naik sebesar 1,42 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 0,75 persen dan 0,64 persen.
Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,00 persen dan 0,71 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LAPD, ZATA, INDS, CSMI dan ESTI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, PACK, SPRE, TRIN dan KPIG.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!