Gebrakan Baru Pos Indonesia di Indonesia AI Day: Transformasi Digital Berbasis AI

Kamis, 12 Feb 2026, 08:46 WIB

PT. Indosat Ooredo Hutchison, Tbk (IOH) kembali menggelar Indonesia AI Day for Supply Chain Industry : Empowering Indonesia's Supply Chain. Acara dibuka langsung Director & Chief Business Officer PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH) M. Danny Buldansyah dan diikuti oleh berbagai perusahaan yang terlibat dalam ekosistem Logistik dan Supply Chain Indonesia. 

Acara ini menghadirkan Plenary Session pertama dengan tema "Building Indonesia's Intelligent, Agile, & Connected Supply Chain Ecosystem 2026 with 5G & AI", yang mempertemukan para pemimpin industri dari berbagai sektor strategis nasional, termasuk Garuda Indonesia, PT MRT Jakarta (Perseroda), dan JNE.

Ket. Foto: Pos Indonesia memperkenalkan roadmap transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam Indonesia AI Day. — Sumber: Pos Indonesia

Dilanjutkan diskusi panel kedua bertema "Unlocking New Revenue Streams in Mobility & Logistics 2026". Sesi ini dimoderatori oleh Muhammad Rafiq, VP-Head of B2B Segment Marketing & Inside Sales Indosat Ooredoo Hutchison, bersama Rama Raditya, Director of Technology and Service Transjakarta serta Prasabri Pesti, Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia.

Yang menarik, dalam forum bergengsi ini, Pos Indonesia membeberkan rencana besar transformasi digital perusahaan yang bertumpu pada dua pilar utama: kecerdasan buatan (AI) - robotic dan konsolidasi bisnis logistik nasional.

Dalam paparannya, Prasabri menegaskan bahwa pemanfaatan AI bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari strategi menyeluruh untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. "Transformasi digital berbasis AI adalah keniscayaan bagi Pos Indonesia untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan industri logistik yang begitu cepat," ujar Prasabri. 

Di sisi konsolidasi, Pos Indonesia menekankan bahwa industri logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala.
"Logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala. Ketika konsolidasi terjadi, skala otomatis meningkat — dan skala yang besar berdampak langsung pada efisiensi operasional," terang Prasabri. 

Lebih lanjut Prasabri menambahkan bahwa skala bisnis yang besar juga menjadi modal penting untuk bermitra dengan pemain logistik kelas dunia sekaligus membuka akses ke pasar internasional.
"Skala yang besar adalah modal kita untuk duduk setara dengan pemain global, menjalin kemitraan strategis, dan pada akhirnya membuka akses masuk ke pasar internasional," tambahnya.

Langkah konsolidasi ini merujuk pada rencana pembentukan Holding Logistik Nasional di bawah koordinasi Danantara, yang diharapkan mengintegrasikan ekosistem logistik BUMN secara lebih efisien dan berdaya saing tinggi.

"Melalui sinergi antara transformasi berbasis AI dan penguatan skala melalui konsolidasi, Pos Indonesia optimistis dapat bertransformasi dari perusahaan logistik domestik menjadi pemain logistik kelas dunia yang diperhitungkan di pasar internasional," pungkas Prasabri.

  • Pos Indonesia

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.