Menteri Haji dan Umroh Berkomitmen Wujudkan Layanan Haji Terbaik dengan Empat Program Strategis

Rabu, 11 Feb 2026, 13:32 WIB

JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah melalui penguatan empat program strategis dan layanan menyeluruh.

Empat program strategis tersebut meliputi penurunan biaya haji, penataan kebijakan masa tunggu (waiting list), penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji, serta pembangunan Kampung Haji sebagai pusat layanan jamaah Indonesia di Arab Saudi.

Ket. Foto: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf — Sumber: antara foto

“Penurunan biaya haji tidak berarti menurunkan kualitas layanan. Justru efisiensi yang kami lakukan diarahkan untuk memastikan layanan tetap optimal dan hak jamaah tetap terpenuhi,” ujar Menhaj membuka Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Menhaj menegaskan penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ritual, tetapi juga tata kelola, perlindungan jamaah, dan nilai peradaban.

Ia menjelaskan kebijakan masa tunggu terus diperbaiki agar lebih transparan dan adil, sementara penguatan ekspor produk Indonesia menjadi bagian dari upaya mendorong sukses ekonomi haji.

Adapun pembangunan Kampung Haji diharapkan menjadi simbol kehadiran negara, sekaligus pusat layanan yang memudahkan jamaah Indonesia.

Gus Irfan, sapaannya, juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kondisi prima jamaah sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah haji. Ia mengaitkan hal ini dengan konsep istitha'ah, yang menjadi syarat utama keberangkatan.

Istitha'ah mencakup tiga aspek utama yakni istitha'ah syar’iyah berupa pemahaman ilmu manasik yang memadai, istitha'ah maliyah terkait kemampuan pembiayaan, serta istitha'ah shihiyyah yang menekankan kesiapan kesehatan.

“Haji adalah ibadah yang sakral. Jamaah harus benar-benar siap secara ilmu, fisik, dan mental. Kesadaran membangun pola hidup sehat menjadi bagian dari ibadah itu sendiri,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.

Ia juga menegaskan jamaah haji diharapkan mampu beribadah secara mandiri, tidak bergantung sepenuhnya pada pihak lain, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), melainkan minimal mengandalkan kekompakan dan kesadaran dalam kelompoknya masing-masing.

  • Menteri Haji dan Umrah
  • Layanan Haji Terbaik
  • Program Strategis

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.