Menhan AS Pete Hegseth: Trump Pilih Negosiasi dengan Iran

Rabu, 11 Feb 2026, 01:00 WIB

Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyatakan Presiden AS Donald Trump lebih mengedepankan penyelesaian konflik dengan Iran melalui jalur negosiasi, sembari menyerukan agar Teheran menerima kesepakatan yang ditawarkan Washington.

“Presiden telah menyampaikan secara tegas kepada Iran bahwa ia menginginkan penyelesaian melalui negosiasi. Saya pikir akan menjadi pilihan yang bijak bagi mereka untuk menerima tawaran tersebut,” kata Hegseth dalam pernyataannya pada Senin (9/2).

Ket. Foto: Menhan AS Pete Hegseth — Sumber: istimewa

Dikutip dari Antara, meski menekankan pendekatan diplomatik, Hegseth menegaskan bahwa kebijakan luar negeri pemerintahan Trump tetap ditopang oleh kekuatan militer AS yang dinilainya tidak tertandingi. Menurut dia, kombinasi diplomasi dan kekuatan militer menjadi bagian dari strategi “perdamaian melalui kekuatan” yang selama ini dikedepankan Washington.

“Dunia telah melihat kemampuan Amerika. Ini adalah perdamaian melalui kekuatan, pencegahan yang nyata. Tidak ada negara lain yang mampu melakukan apa yang kami lakukan,” ujar Hegseth, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran selama konflik singkat yang terjadi pada Juni lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah persiapan Iran dan AS untuk kembali menggelar perundingan tidak langsung yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Jumat mendatang. Putaran negosiasi ini menjadi kelanjutan dialog yang sempat terhenti hampir delapan bulan akibat meningkatnya ketegangan kedua negara.

Sebelumnya, perundingan dihentikan menyusul eskalasi konflik pada Juni, ketika AS melancarkan serangan ke tiga fasilitas nuklir utama Iran. Serangan tersebut memicu kekhawatiran internasional akan potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Jet Tempur Siluman

Di tengah upaya membuka kembali jalur diplomasi, AS juga meningkatkan kesiapsiagaan militernya. Enam jet tempur siluman F-35A Lightning II dilaporkan dikerahkan lebih dekat ke kawasan Timur Tengah dengan mendarat di Pangkalan Udara RAF Lakenheath, Inggris. Pesawat-pesawat tempur tersebut bergabung dengan armada pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-135 Stratotanker Angkatan Udara AS.

Sebelumnya, pada Januari, Presiden Trump menyatakan bahwa “armada besar” militer AS sedang bergerak menuju Iran. Ia mengungkapkan harapannya agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dan menandatangani kesepakatan yang dinilainya adil dan seimbang bagi kedua belah pihak.

Namun demikian, Trump juga melontarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran berpotensi memicu serangan AS yang “jauh lebih buruk” dibandingkan operasi militer sebelumnya.

Meski demikian, Trump menolak memberikan kepastian apakah opsi intervensi militer sepenuhnya telah dikesampingkan. Ia hanya menyatakan bahwa pemerintahannya akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang dianggap perlu demi menjaga kepentingan nasional AS.

  • Diplomasi Militer

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.