Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Oknum Guru di Pasar Rebo, Jaktim, Diduga Lecehkan Lebih dari Dua Siswi

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 07:30 WIB | Oleh:
Oknum Guru di Pasar Rebo, Jaktim, Diduga Lecehkan Lebih dari Dua Siswi Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi korban pelecehan seksual

JAKARTA - Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan oknum guru di salah satu SMA di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, diduga tidak hanya menimpa dua orang siswi.

Kuasa hukum salah satu korban berinisial N, yakni Wanda Al-Fathi Akbar mengungkapkan jumlah korban kemungkinan lebih dari dua orang.

"Yang kita dapat ada beberapa korban. Memang mungkin selama ini mereka enggak berani speak up. Estimasi mungkin lebih dari dua orang," kata Wanda di Jakarta, Selasa (10/2).

Dia menyebutkan selama ini, banyak korban yang memilih diam dan belum berani mengungkapkan pengalaman tak menyenangkan yang mereka alami.

Setelah salah satu korban berani melapor, korban-korban lain mulai bermunculan. Kasus dugaan pelecehan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan selama ini tidak terungkap ke publik.

"Jadi, kasus ini diam selama ini. Ketika korban yang sekarang, yang kita tangani ini, baru bermunculan korban-korban lainnya," ujar Wanda.

Dia pun memastikan pihaknya telah melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan berpeluang naik ke tahap penyidikan.

"Saat ini, masih tahap penyelidikan. Kemungkinan akan segera naik ke tahap penyidikan," ucap Wanda.

Selain melapor ke kepolisian, pihak kuasa hukum juga telah mendatangi pihak sekolah untuk mengonfirmasi status terduga pelaku yang merupakan guru di sekolah tersebut.

Menurut dia, pihaknya meminta agar sekolah tidak lepas tangan dan turut mengawal proses hukum yang berjalan.

"Ini kita bermusyawarah supaya ada solusi dari pihak sekolah. Kita meminta bahwa dengan adanya laporan dan pemberhentian terhadap oknum dua guru tadi, pihak sekolah tidak lepas tangan," jelas Wanda.

Selain itu, dia menegaskan dukungan pihak sekolah sangat penting agar proses hukum berjalan hingga tuntas dan memberikan keadilan bagi para korban.

Sebelumnya, sejumlah siswa di sekolah tersebut menggelar demonstrasi pada Senin (9/2) sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswinya.

Para siswa membawa poster dan menyampaikan orasi yang menuntut keadilan dan transparansi penanganan kasus tersebut. Mereka mendesak pihak sekolah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan yang terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.