Masyarakat Banten Dukung Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan Ciwandan Berstandar Internasional
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 10:37 WIB | Oleh: Diapari SUsulkan Peningkatan Kelas
Sementara itu Direktur Kepelabuhanan Muhammad Anto Julianto, saat tampil menjadi Narsum pada Seminar ini HPN 2026 ini membuka ruang, bila Pelindo ingin menaikan kelas Pelabuhan Ciwandan sebagai Pelabuhan utama menjadi Pelabuhan Internasional silahkan mengajukan atau membuat usulan ke Kemenhub.
Anto memaparkan dasar pembangunan dan pengembangan Pelabuhan berdasarkan pasal 79 PP tentang Kepelabuhanan, memuat kebijakan Pelabuhan nasional dan Rencana lokasi & hierarki Pelabuhan sebagai pedomam penetapan lokasi pembangunan pengoperasian, pengembangan Pelabuhan dan penyusupan RIP sebagai kebijakan pengembangan Pelabuhan nasional untuk jangka panjang.
RIPN dengan prasyarat : RTWR nasional Provinsi, Kab Kota;Potensi perkembangan sos-ek wilayah;potensi sumber daya alam dan perkembangan lingkungan strategis baik nasional maupun internasional.Jangka waktu ditetapkan 20 tahun. Dapat ditinjau 1 kali dalam 5 tahuan. Dapat ditinjau lebih dalam dari 1 kali dalam 5 tahun. Jika terjadi perubahan kondisi lingkungan strategis.
Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) berdasarkan KP 432 Tahun 2017 J.O KP 217 Tahun 20 22, Kebijakan Pelabuhan Nasional diarahkan dalam upaya : Mendorong investasi swasta;Mendorong persaingan sehat;Pemberdayaan peran nya in penyelenggaraaan Pelabuhan;Menciptakan kerangka kerja hukum dan Peraturan yang tepat dan fleksibel;Terwujud Integrasi perencanaan,Mewujudkan Sistem operasi Pelabuhan yang aman terjamin dan optimal; Meningkatkan perlindungan lingkungan maritim dan mengembangkan sumber daya manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anto menjelaskan Pelabuhan harus terintgras berkaitan perencanaan areal darat;Perencanaan areal perairan;Potensi Hinterland; Koneksitas wilayah dan kebijakan strategis dan kebijakan pengembangan wilayah.
Pelabuhan di Provinsi Banten Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM217 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan MenteriPerhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk PelabuhanNasional, Pelabuhan Banten ditetapkan hierarkinya sebagai Pelabuhan Utama.
Ia mendorong peningkatan kelas Pelabuhan Ciwandan dan menyarankan Pelindo membuat pengajuan, Hal itu disampaikan melaui Eksekutif Direktur Regional 2 Pelindo 2, Budi Prasetyo yang juga berbicara di seminar tentang Transformasi dalam pengembangan pelabuhan di
Indonesia khususnya di Pelabuhan Ciwandan.
Simpul Logistik Untuk Masyarakat Pelabuhan Ciwandan sebagai simpul logistik strategis tidak hanya menopang aktivitas industri, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Banten dan kepentingan nasional. Komitmen tersebut disampaikan oleh General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi.
Menurut Benny, pengembangan pelabuhan tidak semata diukur dari aktivitas bongkar muat, tetapi dari sejauh mana kehadirannya mampu mendorong pertumbuhan wilayah sekitar. “Pelabuhan Ciwandan kami posisikan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Banten. Kehadirannya harus memberi nilai tambah, baik bagi dunia usaha, masyarakat lokal, maupun sistem logistik nasional,” ujar Benny.
Pelindo Regional 2 Banten juga mengembangkan sejumlah inovasi operasional dan perencanaan infrastruktur, termasuk rencana pengembangan kawasan Terminal Bojonegara, yang diarahkan untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai pengungkit ekonomi daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda melalui tumbuhnya aktivitas usaha pendukung, peningkatan serapan tenaga
kerja, serta perbaikan rantai pasok di wilayah Banten dan sekitarnya.
Selain aspek ekonomi, Pelindo juga menekankan pendekatan humanis dalam pengelolaan pelabuhan. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan secara konsisten hadir mendampingi masyarakat, baik melalui bantuan sosial, dukungan penanganan kebencanaan, maupun program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
“Kami menyadari bahwa pelabuhan adalah ruang hidup yang berdampingan langsung dengan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan kami,” tambahnya.
Menutup pemaparannya, Benny mengapresiasi peran insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan infrastruktur kepada publik secara objektif dan berimbang. Menurutnya, kehadiran media sangat penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap arah kebijakan dan transformasi yang dilakukan Pelindo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!