Ekspor Produk Lokal Ngebut! Transaksi UMKM BISA Ekspor Capai Rp2,27 Triliun di 2025
📅 Senin, 09 Feb 2026, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Kemendag
JAKARTA – Mendorong ekspor UMKM menjadi strategi penting untuk memperluas basis pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Akses pembiayaan, pendampingan standar kualitas, dan kemudahan logistik dapat membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha kecil.
Namun, keberhasilannya bergantung pada konsistensi kebijakan, integrasi rantai pasok, serta kemampuan UMKM beradaptasi dengan tuntutan pasar internasional yang semakin kompetitif.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) memfasilitasi 1.217 pelaku usaha dengan transaksi 134,87 juta dolar AS atau setara Rp2,27 triliun sepanjang 2025.
"Capaian ini membuktikan UMKM Indonesia punya kesempatan bersaing untuk diterima di pasar internasional," ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Total transaksi itu terdiri atas purchase order sebesar 57,45 juta dolar AS dan potensi transaksi 77,42 juta dolar AS.
Sepanjang 2025, terlaksana 622 kegiatan penjajakan bisnis atau business matching yang terdiri atas 399 sesi pitching (presentasi UMKM ke perwakilan perdagangan RI di luar negeri) dan 223 pertemuan dengan pembeli mancanegara.
Pitching dan business matching sepanjang 2025 paling banyak melibatkan mitra dari Uni Emirat Arab, disusul Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Produk makanan dan minuman mendominasi pitching dan business matching dengan persentase sebesar 29,99 persen, diikuti produk perkebunan (14,91 persen), furnitur dan dekorasi rumah (10,94 persen), tekstil dan produk tekstil atau fesyen (10,94 persen), serta produk perikanan (5,63 persen).
Selain business matching reguler yang diadakan rutin tiap bulan, UMKM BISA Ekspor juga menginisiasi business matching tematik untuk menggaungkan fasilitasi UMKM yang inklusif.
Business matching tematik Disabilitas digelar pada 26-29 September 2025, mempertemukan UMKM dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Cile, ITPC Osaka di Jepang, Atase Perdagangan RI Berlin di Jerman, dan Atase Perdagangan RI Bangkok di Thailand untuk mempromosikan produk kerajinan dan fesyen.
Kemendag juga menyelenggarakan dua sesi business matching memperingati Hari Perempuan Internasional (Women’s Day) 2025. Kedua sesi melibatkan perwakilan perdagangan RI di Hungaria dan Inggris yang menampilkan produk makanan ringan, fesyen, dan batik.
"Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produk unggulannya dapat dikenal dan diterima di pasar internasional. Upaya ini adalah komitmen memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pasar global," jelas Budi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan program UMKM BISA Ekspor akan terus diperkuat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!