Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

64 Ribu Peserta PBI di Nonaktifkan Kemensos, Dinkes Kaltim Jamin Layanannya dengan Tawarkan Solusi Ini

2 Senin, 09 Feb 2026, 19:29 WIB | Oleh:
64 Ribu Peserta PBI di Nonaktifkan Kemensos, Dinkes Kaltim Jamin Layanannya dengan Tawarkan Solusi Ini 64 Ribu Peserta PBI di Nonaktifkan Kemensos, Dinkes Kaltim Jamin Layanannya dengan Tawarkan Solusi Ini Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi.
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin.

SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bergerak menyiapkan skema khusus untuk menjamin keberlanjutan layanan kesehatan bagi 64.000 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang baru saja dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial pada Februari 2026.

"Jika ada peserta yang dinonaktifkan dan mendesak membutuhkan layanan kesehatan, status kepesertaan mereka akan langsung kami aktifkan kembali melalui skema Gratispol yang anggarannya sudah disiapkan di tingkat provinsi," tegas Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin saat ditemui di Samarinda, Senin (9/2).

Pihaknya menyadari bahwa proses reaktivasi PBI JK melalui jalur reguler ke pemerintah pusat memakan waktu yang cukup lama, sehingga solusi taktis diperlukan agar warga tidak terlantar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menawarkan solusi itu sebagai langkah antisipasi darurat kesehatan.

Mekanisme peralihan jaminan kesehatan ini dirancang sangat fleksibel karena dapat langsung digunakan begitu diaktifkan oleh petugas berwenang di fasilitas kesehatan setempat.

Jaya menekankan bahwa syarat mutlak untuk mendapatkan fasilitas pengaktifan instan ini adalah pasien harus tercatat sebagai pemegang kartu tanda penduduk (KTP) Kalimantan Timur.

Meskipun data rinci mengenai siapa saja dari 64.000 peserta yang dinonaktifkan belum diterima secara spesifik, sistem pelayanan kesehatan daerah telah siap memverifikasi secara otomatis saat warga datang berobat.

Dinkes Kaltim memastikan bahwa warga yang datang untuk mengakses layanan medis tidak akan ditolak dan statusnya akan langsung dialihkan ke tanggungan pemerintah daerah saat itu juga.

"Masyarakat Kaltim kami imbau untuk tetap tenang dan tidak perlu panik menghadapi kebijakan penonaktifan dari pusat ini karena pemerintah daerah telah menjamin akses kesehatan mereka tetap terbuka," demikian Jaya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
CELIOS: Perluasan Pajak Dig...
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.