Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wagub NTB Dorong Perlindungan Penenun untuk Lestarikan Wastra

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Wagub NTB Dorong Perlindungan Penenun untuk Lestarikan Wastra Doc: antara foto
Ket. Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri

MATARAM - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mendorong upaya perlindungan terhadap kehidupan para penenun sebagai kunci utama untuk melestarikan wastra khas daerah agar tidak tergerus zaman.

"Pengembangan wastra daerah tidak hanya diarahkan untuk dikenal secara nasional dan internasional, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan para penenun sebagai penjaga nilai dan identitas budaya," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Minggu (8/2).

Indah menegaskan pengembangan wastra tidak cukup hanya melalui promosi dan peragaan busana dari panggung ke panggung.

Menurutnya, pengembangan wastra harus dibarengi dengan perlindungan serta pemberdayaan para penenun sebagai penjaga nilai serta identitas budaya lokal.

Wakil Gubernur Indah menyoroti tenun Muna Pa'a dari Kabupaten Dompu yang memiliki kekhasan dan nilai estetika tinggi, bahkan telah memperoleh apresiasi di berbagai kesempatan.

Pemerintah NTB mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranas) Dompu untuk terus memberikan perhatian serius kepada para penenun agar tenun Muna Pa'a tetap lestari dan tersedia secara berkelanjutan.

Pada 7 Februari 2026 di Mataram, pagelaran bertajuk Marvelous Wastra NTB menyuguhkan 60 koleksi wastra dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat yang dipresentasikan melalui peragaan busana dan seni pertunjukan.

Acara tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi budaya, tetapi juga sarana membangkitkan kepedulian dan empati masyarakat terhadap berbagai peristiwa alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB Sinta Agathia menyampaikan bahwa wastra bukan hanya produk budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Di balik setiap helai wastra terdapat kerja keras para ibu dan perempuan yang menggantungkan harapan hidup dari kerajinan tersebut," papar Sinta.

Wastra NTB, termasuk Muna Pa'a memiliki nilai budaya yang tinggi sekaligus potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara berkelanjutan, terorganisir, dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) NTB mendukung penuh upaya pelestarian dan pengembangan wastra daerah agar terus hidup, berkembang, dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga para perajin.

Sinta menekankan pengenalan wastra ke tingkat nasional dan internasional harus selalu diiringi dengan kesiapan di hulu, terutama melalui perhatian, pendampingan, dan pemberdayaan para penenun dan perajin.

"Wastra tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga sumber penghidupan yang bermartabat," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

29 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.