Karimun Tak Mau Ketinggalan
Jumat, 06 Feb 2026, 18:00 WIBKARIMUN - Â Sejumlah daerah langsung beraksi usai disemprot Presiden di tentang banyaknya sampah yang tak terurus. Untuk ini, Karimun juga tak mau ketinggalan dengan daerah lain untuk bersih-bersih sampah.
Langkah ini diawali Kepolisian resor (Polres) Kabupaten Karimun, Polda Kepulauan Riau dengan menghidupkan budaya bersih dengan melaksanakan kurve (gotong royong) di sejumlah lokasi, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Â
Kegiatan kurve dipimpin langsung Wakapolres Karimun Kompol Salahuddin, dilaksanakan di sejumlah lokasi seperti di Mako Polres Karimun, markas komando (mako) polsek jajaran serta Coastal Area Kabupaten Karimun, Jumat. Â
âPelaksanaan korve ini melibatkan seluruh personel, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan kerja,â katanya.
Sementara kegiatan korve di kawasan Coastal Area Kabupaten Karimun melibatkan personel gabungan TNI-Polri sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum di kabupaten tersebut.
Personel dari Korem 0317/TBK dan Lanal Tanjung Balai Karimun bersinergi bersama personel Polres Karimun memungut sampah dan membersihkan lingkungan di kawasan objek wisata tersebut.Â
Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani yang mengikuti kegiatan olahraga bersama di Mapolda Kepri menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong yang dilakukan jajarannya bersama forkopimda merupakan bentuk komitmen dalam memberikan contoh positif kepada masyarakat.
âKegiatan korve dan gotong royong ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI kepada seluruh jajaran Polri agar senantiasa hadir di tengah masyarakat, peduli terhadap lingkungan, serta menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan ketertiban,â kata Yunita.
Polres Karimun mengharapkan dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan meningkatkan kepedulian seluruh personel serta masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan lingkungan saat menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Awalnya Presiden menyoroti persoalan lingkungan di Bali yang dinilai kotor akibat sampah dan meminta pemerintah daerah untuk melibatkan siswa sekolah dalam kegiatan pembersihan sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah tersebut, terutama untuk menjaga daya tarik pariwisata.
Ia menyampaikan, persoalan sampah telah menjadi masalah krusial secara nasional, termasuk di Bali, seraya menyebut banyak tempat pembuangan akhir yang mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan.
Presiden menilai upaya pembersihan lingkungan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan seremonial atau saling menyalahkan, melainkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan.
Pemerintah pusat siap memimpin dan mendukung langkah-langkah penanganan sampah apabila diperlukan demi kepentingan masyarakat.
âSemua instansi pemerintah harus memimpin korve. Anak sekolah nggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan itu cepat itu. Modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk, sampah dan sebagainya,â kata Presiden.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Upaya penanganan sampah masuk ke laut
-
Aksi bersih sampah di Sungai CIkaret Kabupaten Bogor
-
Libur Lebaran 2026, Pemkab Donggala Siapkan Layanan Wisata Lebih Oke
-
Pelatih Arema Keluhkan Kepemimpinan Wasit saat Timnya Kalah dari Bhayangkara
-
Merawat Alam dari Hulu: EIGER Adventure Land Angkat 6 Ton Sampah di Puncak
-
Sambut Hari Peduli Sampah Nasional di Surabaya
-
Gerakan Bali Bersih Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.