Hector Souto Enggan Disebut Sang Pencetak Sejarah Kesuksesan Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026

Jumat, 06 Feb 2026, 00:15 WIB

JAKARTA - Pelatih tim nasional futsal Indonesia, Hector Souto, memilih untuk tetap membumi di tengah euforia keberhasilan skuad Garuda menembus babak final Piala Asia Futsal 2026 untuk pertama kalinya. Usai menumbangkan raksasa Jepang dengan skor 5-3 lewat drama babak tambahan waktu di Indonesia Arena, Kamis (5/2), juru taktik asal Spanyol tersebut justru menolak narasi "History Maker" yang disematkan kepadanya. 

Souto menegaskan bahwa pencapaian monumental ini bukanlah hasil kerja individual, melainkan buah dari dedikasi kolektif seluruh elemen tim, termasuk mereka yang harus absen karena cedera.

Ket. Foto: Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto saat menghadiri jumpa pers pasca pertandingan semifinal Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2) menghadapi Jepang. Laga semifinal ini dimenangkan Indonesia dengan skor 5-3. — Sumber: ANTARA/Zaro Ezza Syachniar

"Pertama, saya tidak menciptakan sejarah," kata Souto pada sesi jumpa pers pasca pertandingan semifinal Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis.

Souto menegaskan bahwa sejarah yang diraih Indonesia dalam dua hari ini tercipta bukan karena dirinya, melainkan karena kerja keras tim. Ia pun juga lelah dengan istilah yang mengaitkan namanya sebagai sosok utama dalam prestasi ini, karena menurutnya hal ini terwujud karena kerja kolektif, bukan individual.

Bahkan, secara tegas ia juga menyebut nama-nama yang tidak masuk skuad tahun ini, salah satunya Evan Soumilena yang masih cedera. Evan sendiri pada malam ini menyaksikan kerja keras rekan-rekannya dari tribun Indonesia Arena.

Menurutnya, mereka-mereka yang tak masuk skuad juga pantas menjadi bagian dari prestasi ini. "Bukan saya pembuat sejarah, tim saya yang melakukannya. Ini bukan tentang satu orang, tapi tentang semua orang," kata pelatih asal Spanyol itu.

"Saya mulai lelah dengan narasi “history maker” dan Hector Souto. Ini kerja kolektif. Bukan hanya pemain yang ada di sini," lanjut dia.

Pada pertandingan ini, Indonesia memimpin dua gol lebih dulu saat Samuel Eko (12') mencetak gol pada babak pertama, lalu dari bunuh diri Takehiro Motoishi (23') yang salah membelokkan bola dari tendangan Ardiansyah Nur.

Jepang menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat mereka berhasil mencetak gol dalam lima menit melalui Takehiro (31') yang membayar kesalahannya, lalu sang kapten Kazuya Shimizu (35').

Firman Ardiansyah (39') mencatatkan namanya ke papan skor untuk membawa Indonesia hampir menyudahi laga dalam waktu normal dengan skor 3-2, namun hal itu digagalkan oleh Shimizu (40') yang mencetak gol penalti saat laga tersisa sekitar 30 detik.

Setelah kemenangan di depan mata digagalkan oleh Jepang, Indonesia tak mengulangi kesalahan yang sama pada babak tambahan waktu.

Reza Gunawan membawa tim Garuda berbalik memimpin 4-3 saat memanfaatkan kesalahan pemain Jepang, sebelum kemudian Dewa Rizki menyudahi drama panjang di Indonesia Arena saat mencetak gol ke gawang yang sudah kosong karena Jepang memainkan power play dalam skor 5-3.

"Jepang adalah tim luar biasa. Mereka punya pemain hebat, taktik modern, dan pelatih yang sangat saya hormati, Kensuke. Tapi begitulah olahraga—kadang menang, kadang kalah," ucap Souto.

Di final, Indonesia bertemu dengan Iran, tim tersukses di Piala Asia Futsal karena memenangi 13 final dari 15 final yang sudah mereka jalani sebelumnya. Laga ini akan tersaji di Indonesia Arena pada Sabtu (7/2) pukul 19.00 WIB.

  • timnas futsal indonesia
  • piala asia futsal 2026
  • futsal indonesia
  • hector souto
  • indonesia vs jepang

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia

Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026

Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia lewat GATF 2026, Bidik Transaksi Travel Nasabah

Pemkot Bandung Upayakan Akses Air Bersih bagi Warga Cihanja

Bareskrim Polri Ungkap 5 Kasus Perdagangan Orang dengan Modus Pengantin Pesanan

Pemkot Bandung Segera Tanam Kembali Pohon di Jalan RE Martadinata

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Finansial dan Jaringan Bisnis

MPR Tegaskan Hari Konstitusi Bukan Sekadar Seremonial

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Tahura Raden Soerjo, Begini Tata Cara Reschedule Tiket!

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Kabar Gembira! Anggota DPR Desak Pemerintah Realisasikan Sekolah SD-SMP Gratis Sesuai Amanat Putusan MK

Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Evaluasi Utama

Pullman Jakarta Central Park Gandeng Alethea Sposa Hadirkan Koleksi Mooncake Eksklusif

Daftar Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Sementara Pascagempa NTT

Hotel Ciputra Jakarta Gelar Wedding Open House 2026, Gandeng 30+ Vendor

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.