- Home
-
- Megapolitan
-
- Temuan Sidak di Pool Green...
Temuan Sidak di Pool Green Bekasi Didalami di Kantor Pusat
Kamis, 30 Apr 2026, 01:05 WIBJAKARTA â Menindaklanjuti kasus kecelakaan KRL Komuter dan Argo Bromo Anggrek, Kemenhub inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Green. Sidak dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, di pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa malam.
âSidak dilakukan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum atau SMK PAU berjalan baik,â tandas Aan Suhanan. Menurutnya, dalam penyelenggaraan angkutan umum, terdapat sejumlah elemen keselamatan yang harus dipenuhi dalam SMK PAU.
Sidak ini untuk memastikan seluruh aspek tersebut dijalankan, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum operasi hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi. Aan menjelaskan sidak dilakukan di pool Green SM Bekasi karena lokasi tersebut merupakan basis operasional kendaraan yang diduga terlibat dalam insiden.
Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta aspek keselamatan lainnya. âKami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum dijalankan sesuai dengan ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut,â ujarnya.
Aan menambahkan, pendalaman lanjutan akan dilakukan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta, untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih komprehensif. Selain itu, Ditjen Perhubungan Darat juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait dugaan keterlibatan kendaraan dalam kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek. Sebelumnya didapat informasi bahwa taksi Green mogok direl yang akan dilalui KRL yang kemudian menabraknya. KRL tak bisa lanjut melintas karena terhalang bodi taksi. Dalam waktu hampir bersamaan melaju kereta Argo Bromo Anggrek yang langsung menghantam gerbong KRL. Sebanyak 15 korban jiwa dan 80 luka-luka dalam insiden tersebut, Senin (27/4) malam.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub Yusuf Nugroho yang memimpin inspeksi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan SMK PAU. Pengawasan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum.
âBila terjadi insiden, Ditjen Perhubungan Darat dapat melakukan audit dan inspeksi melalui pengamatan dan pemantauan,â kata Yusuf. Menurutnya, hasil audit dan inspeksi akan menjadi dasar pemberian rekomendasi, baik berupa perbaikan sistem keselamatan maupun sanksi administratif apabila ditemukan pelanggaran. Sanksi tersebut dapat berupa teguran tertulis, pembekuan izin, hingga pencabutan izin sesuai dengan tingkat pelanggaran.
Cabut Izin
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR, Kawendra Lukistian, minta kepada pemerintah agar mengambil langkah tegas terhadap perusahaan Green SM atau âtaksi hijauâ imbas kecelakaan kereta api di Bekasi. Kawendra menduga bahwa kendaraan taksi yang terlibat tersebut sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun.
Perjalanan panjang transformasi layanan kereta api, menurut dia, tidak seharusnya tercoreng oleh kelalaian pihak eksternal. âIni bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,â kata Kawendra, Rabu.
Sebagai pengguna layanan kereta Jabodetabek pada era 2006â2010, dia pun mengaku menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan PT KAI hingga menjadi seperti sekarang.
âRasanya tidak berlebihan bila kita minta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut,â tandasnya. Di sisi lain, dia juga menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Tragedi itu, kata dia, benar-benar memilukan hati masyarakat.
Polda Metro Jaya menyebutkan korban jiwa tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, berjumlah 15 orang. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan insiden tabrakan kereta ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi perkeretaapian.
âPeristiwa yang melibatkan kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan,â tegas Dudy. Ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik.Â
- kecelakaan kereta
- Green SM
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Tak Perlu Impor! Industri Otomotif Nasional Mampu Produksi Kendaraan Pick-Up Sendiri
-
Playoff Liga Champions: PSG Permalukan Tuan Rumah Monaco 3-2
-
Hasil Playoff Liga Champions: Borussia Dortmund Menangi Leg Pertama 2-0 Atas Atalanta
-
Sholat Ied Warga Surabaya
-
Manajemen Taksi Green SM Segera Dipanggil
-
Xavi Ungkap Laporta Gagalkan Rencana Lionel Messi Kembali ke Barcelona
-
Ranperda Sistem Pangan DKI Jakarta Soroti Keterjangkauan Harga dan Indikator Kinerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.