Pemprov Papua Barat Daya Investasi SDM, Biayai Pendidikan Dokter Spesialis

Rabu, 04 Feb 2026, 15:37 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) membiayai pendidikan 28 calon dokter spesialis yang sedang dan akan menempuh studi di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, sebagai upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni untuk mendukung layanan kesehatan di wilayah itu.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu di Sorong, Rabu, menjelaskan pembiayaan tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) dengan total anggaran sekitar Rp6 miliar.

“Dari jumlah itu 17 orang merupakan hasil rekrutmen terbaru, ditambah 11 orang yang sebelumnya merupakan tanggungan Provinsi Papua Barat dan dialihkan menjadi kewajiban Pemprov Papua Barat Daya. Totalnya menjadi 28 orang,” kata Elisa Kambu.

Dari 17 peserta rekrutmen terbaru, lanjutnya, 16 orang dinyatakan lulus seleksi dan saat ini akan menjalani pendidikan dokter spesialis di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Sementara satu orang lainnya telah lebih dulu masuk pada rekrutmen sebelumnya.

Menurut Elisa, awalnya Pemprov PBD merencanakan pengiriman 10 dokter spesialis setiap tahun selama tiga tahun ke depan. Namun hasil seleksi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta.

“Tahun lalu yang ikut seleksi sekitar 35 orang dan puji Tuhan 16 orang lulus. Tahun ini seleksi akan kita lakukan lagi, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan proses seleksi dilakukan langsung di Sorong melibatkan tim lengkap dari Unpad, yang terdiri dari para ahli dan penguji.

“Mereka datang langsung ke Sorong dan melakukan tes di sini. Ini untuk membantu anak-anak Papua karena tidak semua mampu mengikuti seleksi mandiri ke luar daerah,” katanya.

Selain Unpad, Pemprov PBD juga telah membiayai dokter spesialis yang tersebar di sejumlah universitas lain, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Ke depan Pemprov PBD juga berencana menjalin kerja sama dengan kampus lain, seperti Universitas Indonesia (UI) dan perguruan tinggi kedokteran lainnya. “Jangan hanya satu kampus saja. Kita ingin memperluas kerja sama agar semakin banyak anak Papua bisa menjadi dokter spesialis,” ujar Elisa.

Ia menegaskan seluruh penerima beasiswa wajib menyelesaikan pendidikan maksimal enam tahun sesuai nota kesepahaman yang telah ditandatangani. Jika tidak menyelesaikan studi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, peserta akan dikenakan sanksi.

“Ini adalah kesempatan yang diberikan negara. Karena itu kami berharap setelah lulus mereka kembali ke Papua Barat Daya untuk melayani masyarakat,” katanya.

Elisa juga mendorong pemerintah kabupaten/kota di Papua Barat Daya untuk melakukan hal serupa. “Minimal satu kabupaten bisa mengirim satu atau dua orang setiap tahun. Karena rumah sakit ada di kabupaten/kota, maka mereka juga harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Elisa, program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov PBD mewujudkan Papua yang sehat dan cerdas, sekaligus menjawab keterbatasan jumlah dokter spesialis Orang Asli Papua (OAP) akibat kendala ekonomi.

“Anak-anak Papua itu punya mimpi dan semangat, tapi kemampuan pembiayaan yang terbatas. Inilah yang kita intervensi demi kepentingan masyarakat,” katanya.

16 calon dokter spesialis itu akan mengambil bidang studi penyakit dalam, radiologi, bedah, forensik dan medikolegal, dermatologi, venereologi dan estetika, anestesi dan terapi intensif, patologi klinik, telinga hidung tenggorokan-BKL, kesehatan anak, obstetri dan ginekologi, patologi anatomi, kardiologi, urologi dan kesehatan jiwa.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.