Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Gianyar Bali Edukasi Warga Soal Ketahanan Iklim

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 15:55 WIB | Oleh:
BPBD Gianyar Bali Edukasi Warga Soal Ketahanan Iklim Doc: ANTARA/HO-Pemkab Gianyar
Ket. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Bali, mengedukasi warga desa soal ketahanan iklim agar menumbuhkan kesadaran dan menekan risiko bencana alam di Desa Peliatan, Gianyar, Bali, Rabu (4/2)

Gianyar, Bali -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Bali, mengedukasi warga desa soal ketahanan iklim guna menumbuhkan kesadaran dan menekan risiko bencana alam.

“Harapannya pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan, adaptif, dan memberikan manfaat nyata untuk peningkatan kualitas hidup,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta di Kantor Desa Peliatan, Gianyar, Rabu.

Ia menjelaskan strategi utama dalam adaptasi perubahan iklim yaitu diversifikasi mata pencaharian untuk mengurangi kerentanan ekonomi.

Selain itu pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan guna menjamin ketersediaan air di tengah perubahan pola iklim, serta penguatan sistem peringatan dini cuaca dan iklim sebagai langkah antisipatif terhadap risiko bencana.

“Ada juga konservasi hutan dan lahan sebagai upaya menjaga ekosistem, sekaligus meningkatkan penyerapan karbon,” imbuhnya.

Ia menilai cara tersebut mengedepankan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan desa terhadap bencana sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa.

Dalam kesempatan itu ia menjelaskan perubahan iklim saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu peningkatan suhu global, perubahan pola curah hujan, serta semakin seringnya terjadi fenomena cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Di sisi lain risiko bencana yang belakangan terjadi di wilayah desa, seperti banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya, telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.

Pihaknya juga melibatkan kampus untuk mengurangi risiko bencana, salah satunya Poltekes Kemenkes Denpasar yang saat ini beberapa mahasiswanya melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa itu.

Para mahasiswa itu mengajak keterlibatan masyarakat desa dalam Desa Tangguh Bencana, pemanfaatan platform digital, dan sosialisasi melalui media serta pengelolaan sampah masyarakat.

Sementara itu berdasarkan data BPBD Bali, selama 2025 tercatat di Pulau Dewata terjadi 2.644 bencana yaitu pohon tumbang, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran. Bencana itu menimbulkan total 45 korban jiwa, kerusakan rumah warga dan lahan, serta kerugian material.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.