- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Kembali Eksekusi ...
Tiongkok Kembali Eksekusi 4 Pemimpin Sindikat Penipuan Online Myanmar
Senin, 02 Feb 2026, 14:10 WIBBEIJING - Tiongkok telah mengeksekusi empat anggota terkemuka dari sindikat penipuan online yang berbasis di Myanmar, kata pengadilan Tiongkok, Senin (2/2), pengumuman kedua dalam waktu kurang dari seminggu saat Beijing meningkatkan penindakan terhadap penipuan lintas-batas.
Pusat penipuan tempat para penipu memikat pengguna internet ke dalam hubungan romantis palsu dan investasi mata uang kripto telah berkembang pesat di seluruh Asia Tenggara, termasuk di Kamboja dan wilayah perbatasan Myanmar yang tanpa hukum.
Awalnya sebagian besar menargetkan penutur bahasa Mandarin, kelompok kriminal di balik pusat-pusat tersebut telah memperluas operasi ke berbagai bahasa untuk mencuri miliaran dollar dari korban di seluruh dunia.
Mereka menggunakan ribuan pekerja asing untuk melakukan penipuan tersebut. Beberapa pekerja melakukannya secara sukarela dan beberapa menjadi korban perdagangan orang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah meningkatkan kerja sama dengan pemerintah regional, ribuan orang telah dipulangkan untuk menghadapi persidangan di sistem peradilan Tiongkok.
Pengumuman terbaru ini datang beberapa hari setelah pengadilan di kota Wenzhou, Tiongkok timur mengatakan telah mengeksekusi 11 orang yang terkait dengan operasi penipuan telekomunikasi dengan "kelompok kriminal keluarga Ming".
Empat orang terakhir yang dieksekusi terkait dengan "kelompok kriminal keluarga Bai", kata Pengadilan Rakyat Menengah Shenzhen dalam sebuah pernyataan.
Kejahatan mereka di antaranya "penipuan, pembunuhan berencana, penganiayaan berencana, penculikan, pemerasan... (dan) prostitusi paksa" di antara kejahatan lainnya.
Salah satu anggotanya, Bai Yingcang, "juga bersekongkol untuk menjual dan memproduksi sekitar 11 ton metamfetamin", kata pernyataan itu.
Menurut pengadilan, kelompok tersebut menjalankan tempat-tempat penipuan di wilayah Kokang, Myanmar utara, di mana tindakan mereka menyebabkan kematian enam warga negara Tiongkok dan melukai "banyak" orang lainnya.
Keempat orang tersebut dijatuhi hukuman mati pada bulan November.
Orang kelima yang juga dijatuhi hukuman mati, Bai Suocheng, "meninggal karena sakit" setelah putusan bulan November, kata pengadilan.
Ia diduga sebagai pemimpin kelompok tersebut.
- Sindikat Penipuan Online
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Dilaporkan Hilang, WNI Asal Bandung Ini Ternyata Bekerja di Kamboja, KBRI Bantu Pemulangan ke Tanah Air
-
Militer Myanmar Tutup Pusat Kejahatan Siber di Dekat Perbatasan Thailand, Lebih dari 2.000 Orang Ditangkap
-
Cuaca Panas Menyengat Bikin Kaget Warga Sumbar! BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Tiongkok Hukum Mati 11 Anggota Sindikat Penipuan dan Perjudian Berbasis di Myanmar
-
Diburu FBI Ditangkap di Thailand, Seorang WNI Diduga Tipu Warga AS hingga 10 Juta Dollar
-
Warga bangun hunian sementara
-
Dinas Pengendalian Kependudukan Kota Mataram Temukan Empat Kasus Baru Stunting
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.