FIFA Batalkan Rencana Investasi Swasta di Piala Dunia Setelah Mendapat Kecaman

Sabtu, 01 Agu 2026, 14:03 WIB

PARIS - Badan pengatur sepak bola dunia, FIFA, membatalkan rencana mengizinkan investasi swasta dalam acara-acara unggulan setelah mendapat kecaman keras dari para pejabat sepak bola di seluruh dunia.

"Tujuan kami selalu - dan akan selalu - untuk menyatukan dan meningkatkan diri," kata presiden FIFA Gianni Infantino dalam sebuah pernyataan, Jumat (31/7), waktu setempat.

Ket. Foto: Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di stadion di Mexico City, Rabu, 10 Juni 2026, sehari sebelum pertandingan pembukaan Piala Dunia FIFA antara Meksiko dan Afrika Selatan. — Sumber: AP

"Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan."

FIFA mengemukakan rencana tersebut pada hari Selasa yang menurut mereka dapat mengumpulkan hingga US$4,2 miliar berdasarkan valuasi US$20 miliar untuk FIFA Forward Enterprise (FFE) yang baru, anak perusahaan komersial yang diusulkan untuk menjalankan acara-acara seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

Disebutkan bahwa jika disetujui, proyek ini dapat memberikan masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA pembayaran satu kali sebesar US$20 juta pada awal tahun 2027 dan meningkatkan alokasi pendanaan mereka untuk siklus 2027-2030 dari US$8 juta menjadi US$20 juta.

Namun, gagasan mengizinkan investor swasta memiliki saham meskipun kecil dengan cepat dikecam.

Badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, mengatakan tidak satu pun tim nasionalnya akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun "selama proposal ini masih berlaku".

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan federasi Amerika Utara dan Karibia (CONCACAF) juga mengutuk langkah tersebut.

Pukulan telak bagi Infantino sendiri datang ketika penasihat senior Carlos Cordeiro mengundurkan diri, yang menyebut gagasan itu sebagai "kesepakatan buruk bagi asosiasi anggota FIFA, kesepakatan buruk bagi sepak bola, dan kesepakatan buruk bagi masa depan jangka panjang permainan ini".

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam, Infantino mengatakan proyek tersebut dirancang sebagai sarana untuk memperkuat asosiasi anggota, dan proyek tersebut hanya akan dilanjutkan jika mayoritas mendukungnya.

"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," tambahnya.

FIFA sebelumnya mengatakan akan terus melanjutkan konsultasi mengenai rencana untuk mendatangkan investasi swasta ke Piala Dunia dan turnamen lainnya, meskipun mendapat kecaman keras terhadap rencana tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.