- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Hukum Mati 11 Ang...
Tiongkok Hukum Mati 11 Anggota Sindikat Penipuan dan Perjudian Berbasis di Myanmar
Kamis, 29 Jan 2026, 15:07 WIBBANGKOK â Tiongkok mengeksekusi 11 anggota sindikat kejahatan keluarga berbasis di Myanmar yang membunuh 14 warga negara Tiongkok dan menjalankan operasi penipuan dan perjudian senilai lebih dari $1 miliar, kata pihak berwenang.
Mengutip Asssociated Press, Pengadilan Rakyat Menengah Kota Wenzhou mengumumkan eksekusi tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis (29/1) pagi. Pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada 11 orang tersebut pada bulan September.
Mereka termasuk Ming Guoping dan Ming Zhenzhen, yang menurut pengadilan, memimpin operasi penipuan dan perjudian, serta anggota kunci kelompok Zhou Weichang, Wu Hongming, dan Luao Jianzhang.
Kelompok tersebut mengajukan banding yang ditolak oleh pengadilan pada bulan November.
Anggota keluarga tersebut ditahan pada November 2023 ketika otoritas Tiongkok memberikan tekanan kepada otoritas di daerah perbatasan yang berbatasan dengan Myanmar untuk menindak penipuan.
Scam park telah menjadi bisnis skala industri di Asia Tenggara, terutama Myanmar, Kamboja, dan Laos, di mana campuran pekerja korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dan pekerja sukarela telah melakukan penipuan digital terhadap korban di seluruh dunia.
Pihak berwenang di kawasan tersebut menghadapi tekanan internasional yang semakin meningkat dari Tiongkok, AS, dan negara-negara lain untuk mengatasi maraknya aktivitas kriminal.
- Sindikat Penipuan Online
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid Kembali Kuasai Puncak La Liga
-
Warga bangun hunian sementara
-
Militer Myanmar Tutup Pusat Kejahatan Siber di Dekat Perbatasan Thailand, Lebih dari 2.000 Orang Ditangkap
-
Cuaca Panas Menyengat Bikin Kaget Warga Sumbar! BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Dinas Pengendalian Kependudukan Kota Mataram Temukan Empat Kasus Baru Stunting
-
Diburu FBI Ditangkap di Thailand, Seorang WNI Diduga Tipu Warga AS hingga 10 Juta Dollar
-
Dilaporkan Hilang, WNI Asal Bandung Ini Ternyata Bekerja di Kamboja, KBRI Bantu Pemulangan ke Tanah Air
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.