Jateng Jadi Provinsi Pertama Terapkan Kurikulum Perkoperasian di Sekolah, Menkop Beri Apresiasi

Jumat, 05 Jun 2026, 18:50 WIB

Semarang - Menteri Koperasi Ferry Juliantoro mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang telah mempelopori insersi atau penyisipan kurikulum perkoperasian dalam pendidikan.

"Saya mengucapkan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Bapak Gubernur Jawa Tengah, yang hari ini telah melahirkan sejarah," katanya saat peluncuran program insersi pendidikan perkoperasian di Semarang, Jumat (5/6).

Ket. Foto: Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, didampingii Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, saat peluncuran insersi kurikulum perkoperasian, di Semarang, Jumat (5/6). — Sumber: Antara

Ia menyebut bahwa Jateng telah mencatatkan sejarah karena menjadi daerah pertama yang membuat insersi kurikulum perkoperasian.

Menurut dia, insersi pendidikan koperasi penting untuk mengembalikan pemahaman generasi muda terhadap ekonomi Pancasila.

Ia berharap langkah Jateng dengan menerapkan insersi kurikulum perkoperasian dapat diikuti oleh daerah-daerah lain.

Koperasi, kata dia, tidak boleh hanya dipahami sebagai simpan pinjam, namun harus kembali dikenalkan sebagai badan usaha yang sesuai dengan karakter bangsa, yakni gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan.

"Koperasi penting dikenalkan karena bisa menjadi alternatif penyediaan lapangan pekerjaan bagi milenial, Gen Z, generasi muda, hingga generasi Alpha yang sekarang masih sekolah," katanya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa program tersebut menjadi langkah penting agar generasi muda kembali mengenal koperasi sejak bangku sekolah.

Ia mengatakan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi, sekaligus sokoguru ekonomi yang harus dipahami masyarakat.

"Koperasi merupakan amanah Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah terkait Koperasi Merah Putih," katanya.

Pendidikan koperasi, kata dia, tidak akan menambah beban belajar siswa, sebab materi perkoperasian akan dimasukkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

Program Insersi Pendidikan Perkoperasian dilaksanakan dengan mengintegrasikan materi dan nilai-nilai koperasi ke dalam pembelajaran pada seluruh jenjang pendidikan.

Modul pendidikan perkoperasian juga telah disiapkan, sedangkan para kepala sekolah, pengawas, dan guru juga telah mendapat pembekalan untuk pelaksanaan program tersebut.

Program Insersi Pendidikan Perkoperasian itu menyasar sekitar 6,38 juta peserta didik dari jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA dan SLB di Jateng.

Pada jenjang SD/MI, siswa dikenalkan dengan nilai dasar koperasi dan gotong royong, jenjang SMP/MTs mulai diberi pemahaman tentang organisasi, pengelolaan, dan manfaat koperasi.

Sementara pada jenjang SMA/SMK/MA, materi diarahkan pada praktik koperasi dan kewirausahaan, dan untuk SLB implementasinya disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Turut hadir, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.