Ini yang Dilakukan Uni Eropa untuk Atasi Melonjaknya Kasus Kematian Migran

Sabtu, 01 Agu 2026, 14:32 WIB

MOSKOW - Duta Besar Uni Eropa untuk Libya Nicola Orlando mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyepakati rencana pembentukan Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim di Benghazi, Libya, di tengah lonjakan kasus kematian migran.

"Kami telah merampungkan prosedur untuk mendirikan Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim di Benghazi di bawah Operasi IRINI, dengan pendanaan dari Italia dan Malta,” kata Nicola melalui platform X.

Ket. Foto: Arsip foto - Gedung Berlaymont dan bendera Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 4 Desember 2025. — Sumber: Antara foto

“Pusat penyelamatan ini, bersama dengan pelatihan khusus dari IRINI dan EUBAM Libya akan memperkuat kapabilitas (aparat) Libya dalam melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di laut yang sejalan dengan standard internasional dan hak asasi manusia," lanjutnya.

Operasi IRINI adalah misi militer Uni Eropa yang diluncurkan pada 2020 untuk mengawasi implementasi mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait embargo senjata di Libya usai Perang Saudara Libya Kedua.

Sementara European Union Border Assistance Mission in Libya (EUBAM Libya) merupakan misi penanganan krisis yang dibentuk Uni Eropa pada 2013 untuk membantu dan melatih aparat keamanan Libya dalam menjaga perbatasan darat, laut, dan udara negara tersebut.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat lebih dari 1.000 migran meninggal di perairan lepas pantai Libya pada 2025 saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.

Setiap harinya, ratusan migran dari kawasan sub-Sahara Afrika mencoba menyeberang dari wilayah Tunisia dan Libya menuju Eropa dengan menggunakan perahu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.