Peringatan dari BMKG: Gelombang Laut di Pesisir Kalteng Capai 1,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada
Senin, 02 Feb 2026, 21:57 WIBPALANGKA RAYA -Â Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti mengingatkan nelayan dan warga pesisir selatan Kalteng untuk mewaspadai potensi gelombang laut hingga 1,5 meter yang diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan.
"Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah selama sepekan," kata Ika di Palangka Raya, Senin.
Dia juga mengimbau masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut karena tinggi gelombang tersebut masuk kategori rendah hingga sedang.
Pihaknya pun meminta warga pesisir juga waspada adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB) yang berpotensi menjadikan hujan intensitas sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang air laut.
Dia menambahkan, selama sepekan ke depan potensi kecepatan angin diperkirakan antara 5-20 kilometer/jam. Angin ini umumnya bertiup dari arah barat daya menuju utara.
"Sementara untuk suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celsius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen," kata Ika Priti.
Masyarakat pun dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Kalteng yang meliputi 13 kabupaten dan satu kota, selama sepekan mendatang juga diperkirakan tidak ada potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir.
Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Ika Priti menambahkan, jika melihat fenomena tersebut masyarakat diminta waspada dan segera mencari tempat teduh, namun tidak di bawah pohon.
"Saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, segera cari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.
- gelombang tinggi
- gelombang laut
- cuaca ekstrem
- bmkg kalteng
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Menperin Minta Industri Serius Laporkan Data Lewat SIINas Demi Kebijakan Tepat Sasaran
-
Gempa Kuat M7,8 di Filipina Tewaskan Satu Orang, Picu Peringatan Tsunami
-
Devisa Terkuras untuk Stabilkan Rupiah
-
Produksi Beras Lokal Capai 5 Ton per Hektare
-
Menkum Berharap Forum Komunikasi Kebijakan Fokus pada Perbaikan Layanan Publik
-
Grab Tegaskan Rumor Hengkang dari Indonesia Tidak Benar
-
Duit Calon TKI Raib Rp927 Juta! KP2MI Turun Tangan, 3 P3MI Dihukum
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.