Nelayan Muara Angke Keluhkan Akses Berlayar
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 17:24 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Risky Syukur
JAKARTA - Nelayan mengeluhkan kesulitan akses berlayar imbas ribuan kapal yang bersandar di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Salah satu nelayan, Barda Wijaya (43) mengaku, dirinya terpaksa meminggirkan kapal-kapal nelayan lain saat hendak berlayar untuk menjaring ikan.
"Kapal kan jalannya cuma maju sama mundur saja, kalau mau kita atur saja, kita mundurkan kapal. Ada kapal yang menghalangi digeser, lepas dulu tali pengikatnya" ujar Barda di pelabuhan tersebut, Kamis (29/1).
Pria yang sudah sejak tahun 1998 menjadi nelayan ini tidak mempermasalahkan kondisi parkiran kapal yang semrawut selama ada komunikasi yang baik antarsesama nelayan.
"Kalau saya pribadi sih enggak terlalu berpengaruh, yang penting kan ada komunikasi saja. Jadi enak kan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Barda mengungkapkan, permasalahan nelayan sebetulnya terkait cuaca seperti sekarang sedang tidak menentu. Hal itu sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan.
"Jadi kayak, misalnya, angin, kayak musim sekarang-sekarang ini, mah itu yang menjadi beban," ungkapnya.
Nelayan asli Pandeglang ini mengatakan, bulan Februari dan bulan Maret seharusnya menjadi momentum yang baik untuk menangkap ikan. Ia pun sangat menantikan momentum tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Biasanya bulan ke dua atau ke tiga, Februari sampai Maret itu cuaca bagus, hasil tangkapan biasanya lebih banyak," katanya.
Barda merupakan nelayan yang biasa menangkap ikan teri dan sejenisnya di perairan Kepulauan Seribu. Jika cuaca sedang baik, ia biasanya bisa dua kali berlayar dalam sehari.
Dia dan sesama nelayan lain di kapalnya itu bisa menghasilkan hingga dua ton ikan teri yang bercampur dengan ikan lainnya seperti ikan kembung dalam sekali berlayar jika cuaca baik.
"Tapi kalau cuaca lagi enggak bagus, pernah juga cuma dapat 25 kilogram ikan teri. Kalau cuma dapat 25 kilogram kan jadi enggak dapat apa-apa," tutur dia.
Barda menyampaikan, selama dirinya menjadi nelayan, uang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ia mengaku paling besar mendapatkan keuntungan bersih hingga 300 ribu rupiah per hari.
"Itu kalau lagi tangkapannya banyak, tapi kalau lagi biasa aja ya paling cuma 100 ribu rupiah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!