Hubungan Inggris-Tiongkok: Keir Starmer Temui Xi Jinping Bahas Bebas Visa Hingga Tarif Whisky

Kamis, 29 Jan 2026, 17:35 WIB

JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan bilateral intens selama sekitar 80 menit di Beijing pada 29 Januari 2026, menandai kunjungan pertama seorang pemimpin Inggris ke Tiongkok sejak 2018. Pembicaraan ini membawa beberapa kemajuan yang dianggap signifikan dalam hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara, meski masih menyisakan sejumlah tantangan. 

Starmer mengatakan kepada media bahwa mereka telah mencapai kemajuan yang sangat baik soal penurunan tarif untuk whisky Inggris, sebuah simbol dari upaya membuka pasar Tiongkok bagi produk-produk Inggris. Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan itu termasuk pembicaraan awal tentang kemungkinan bebas visa masuk ke Tiongkok bagi warga Inggris, sesuatu yang akan mempermudah perjalanan bisnis dan pariwisata jika terealisasi. 

Ket. Foto: Delegasi Inggris dan Tiongkok berpartisipasi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Beijing, Tiongkok, 29 Januari 2026. — Sumber: Reuters

Selain isu ekonomi, kedua pemimpin juga membahas soal kerja sama pertukaran informasi dan penanggulangan migrasi ilegal, terutama yang masuk ke Inggris melalui perahu-perahu kecil di Selat Inggris. Starmer menekankan bahwa fokus ini merupakan bagian dari keamanan dan pertahanan yang lebih luas, dan Tiongkok menunjukkan kesediaan untuk berkolaborasi dalam memutus jaringan perdagangan perahu hingga mesin yang sering digunakan oleh sindikat migrasi. 

Pertemuan kedua tokoh itu berlangsung di Great Hall of the People di Beijing, tempat yang sarat simbol diplomasi besar bagi Tiongkok, dan menjadi panggung penting untuk menggambarkan niat kedua negara memperkuat hubungan yang lebih matang dan strategis. Starmer sejak awal kunjungannya menegaskan bahwa ia ingin membangun hubungan yang lebih canggih, bukan sekadar perdagangan, tetapi juga kerja sama dalam kebijakan keamanan dan stabilitas global. 

Xi Jinping, dalam pertemuan itu, menggambarkan hubungan bilateral sebagai sesuatu yang telah mengalami "twists and turns" dalam beberapa tahun terakhir dan menyatakan kesiapan untuk mengembangkan kemitraan jangka panjang, stabil, dan komprehensif. Tiongkok dalam pernyataannya juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjadi ancaman bagi pihak lain, sebuah pesan yang diarahkan untuk menenangkan kekhawatiran di kalangan sekutu Barat terkait ambisi geopolitiknya. 

Kunjungan Starmer ke Tiongkok juga dibingkai sebagai langkah pragmatis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Inggris. Dengan membawa delegasi besar yang terdiri dari lebih 50 pemimpin bisnis Inggris, fokus utamanya adalah mencari peluang investasi dan ekspor yang dapat membantu mengatasi ekonomi domestik Inggris yang sedang lesu. 

Walau begitu, beberapa isu sensitif juga dibicarakan termasuk nasib Jimmy Lai, tokoh media pro-demokrasi asal Hong Kong yang merupakan warga negara Inggris dan dihukum atas tuduhan keamanan nasional di Hong Kong. Starmer menggambarkan diskusi ini sebagai "respectful", tetapi tetap menandakan bahwa isu HAM menjadi bagian dari dialog antara kedua pemimpin. 

Para analis melihat pertemuan ini sebagai bagian dari reset hubungan Inggris-Tiongkok setelah periode yang relatif dingin. Meski terdapat tekanan domestik dari pihak oposisi dan kekhawatiran soal spionase serta hak asasi manusia, Starmer tampaknya mengambil pendekatan yang pragmatis dengan memilih dialog dan kerja sama yang terukur demi kepentingan nasional Inggris. 

Secara keseluruhan, kunjungan Starmer ke Beijing mencerminkan keinginan kedua negara untuk mencari win-win cooperation di tengah dinamika geopolitik global yang berubah cepat, sementara juga menjaga ruang untuk dialog tentang perbedaan pendapat, dari tarif dagang hingga isu migrasi dan hak asasi manusia. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

85 Ribu Hektare Kawasan Konsesi Perusahaan Terbakar akibat Karhutla.

Wali Kota Pontianak Apresiasi Relawan Tangani Karhutla dan Dampak Kualitas Udara.

Polres Tanah Laut Tingkatkan Penanganan Karhutla, Pemadaman Dipercepat.

357,59 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Banjarbaru Perkuat Penanganan.

Cegah Karhutla Meluas, Sekolah di Jambi Diimbau Gelar Shalat Istisqa.

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum bagi Pelaku Karhutla di Kalimantan.

Yura Yunita Bikin Penonton Tegang! Terbang sebagai Mahadewi, Ternyata Naik Motor di Balik Panggung

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu 400 Meter! Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada

NeKat Buang Sampah Sembarangan di Ciracas, Warga Langsung Kena OTT dan Denda Rp500 Ribu

Siapkan Joran! Pemkot Tangerang Siram Situ Gede 1 Ton Ikan Lele untuk "Mancing Bersama"

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Berbahaya, Karhutla Kepung Perumahan Dekat Bandara Internasional Syamsudin Noor Kalsel

Film “Jumbo” Tayang di AS, KJRI Houston Hadirkan Pemutaran Perdana

Prabowo Datangi Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal

Cip Penglihatan Hemat Energi Dikembangkan Tim Ilmuwan Dipimpin Tiongkok

Persija Pinjamkan Striker Mauro Zijlstra ke Arema Malang

Ngeri Banget, Uang Palsu Rp 36 Miliar Buatan Tangsel Akan Dicampur dengan Uang Asli dari Bank

Arema Resmi Dapat Amunisi Baru, Persija Pinjamkan Mauro Zijlstra ke Kanjuruhan

Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi

Pameran helikopter dan taksi udara di Cengkareng Heliport

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.