BPH Migas: Program BBM Satu Harga Nasional Terus Perluas

Rabu, 28 Jan 2026, 14:42 WIB

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) program BBM Satu Harga terus diperluas di berbagai wilayah. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan hingga 2025 terdapat 599 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang telah beroperasi.

Menurut dia, program ini berperan penting untuk menjamin keadilan energi terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). "

Ket. Foto: Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas — Sumber: YouTube TVR Parlemen

Tujuannya untuk memastikan masyarakat di seluruh Indonesia mendapatkan akses BBM dengan harga yang sama," ujar dia, Selasa (27/1).

BPH Migas juga memastikan distribusi BBM Satu Harga tetap berjalan saat terjadi kondisi darurat dan bencana. Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat terdampak, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi di daerah bencana.

Pada 2026 BPH Migas menargetkan penambahan 55 lembaga penyalur BBM Satu Harga baru. Sehingga total penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia akan mencapai 654 lembaga.

Wahyudi merasa optimistis perluasan jaringan ini dapat memperkuat pemerataan energi. "Ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil," ucap dia.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mendukung hal tersebut. Menurut dia, langkah ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh BBM dengan harga setara.

Achmad menambahkan pemerataan distribusi energi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah 3T. Namun dia mengakui masih terdapat tantangan, terutama keterbatasan akses jaringan internet di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menjadi hambatan bagi digitalisasi SPBU dan lembaga penyalur. Padahal ini diperlukan untuk memastikan akuntabilitas penyaluran BBM subsidi.

"Kami tidak berhenti mencari terobosan-terobosan termasuk langkah-langkah darurat," ujar dia. Jika internet bermasalah, penyaluran dilakukan secara manual dan kemudian segera diunggah ke pusat agar semuanya bisa dipertanggungjawabkan.

"Ini dilakukan agar seluruh proses penyaluran tetap tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata dia.

Achmad memastikan pihaknya akan terus berinovasi demi menjaga kelancaran distribusi BBM Satu Harga di seluruh pelosok negeri. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.