Pengangguran Jadi Ancaman Utama Indonesia Tiga Tahun ke Depan
Selasa, 27 Jan 2026, 01:10 WIBJAKARTA - Hasil survei World Economic Forum (WEF) menunjukkan masalah pengangguran menjadi risiko terbesar bagi perekonomian Indonesia pada periode 2026-2028, di tengah target pertumbuhan ekonomi nasional yang agresif.
Dalam Global Risks Report 2026 yang dirilis akhir pekan lalu menyebutkan laporan melibatkan lebih dari 11 ribu pemimpin bisnis di 116 negara dan memetakan prioritas risiko ekonomi di masing-masing negara.
Berdasarkan Executive Opinion Survey 2025, para pemimpin bisnis menempatkan kurangnya peluang ekonomi atau pengangguran sebagai ancaman utama bagi Indonesia dalam tiga tahun ke depan. Indonesia tercatat sebagai satu dari 27 negara yang menempatkan risiko tersebut di peringkat pertama.
Forum global itu menilai melemahnya prospek kerja tidak hanya berdampak pada kinerja ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial dan politik.
Kurangnya peluang ekonomi atau pengangguran dapat mendorong ekstremisme, menurunkan kepercayaan terhadap institusi, serta memperparah dampak misinformasi dan disinformasi,â sebut WEF dalam laporan itu.
WEF juga melaporkan akan keterbatasan peluang ekonomi sebagai cerminan persoalan struktural di pasar tenaga kerja, mulai dari stagnasi upah, meningkatnya pengangguran dan setengah menganggur, hingga melemahnya perlindungan hak pekerja.
Pergeseran tenaga kerja akibat otomatisasi dan transisi hijau, terbatasnya mobilitas sosial, serta ketimpangan akses pendidikan dan teknologi turut memperbesar resiko tersebut.
Laporan tersebut diakui Wakil Ketua Umum Kadin Sarman Simanjorang yang melihat fenomena itu nyata di lapangan. Sarman mencatat, setiap tahun Indonesia menghasilkan hampir tiga juta calon tenaga kerja dari lulusan SMA, SMK, diploma hingga sarjana.
Jika tidak diimbangi penciptaan lapangan kerja, penumpukan pengangguran sulit dihindari, terlebih dengan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi lokal maupun global.
Oleh sebab itu, dia mendorong Pemerintah mempercepat berbagai program strategis nasional yang mampu menyerap tenaga kerja, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi Merah Putih, percepatan hilirisasi, serta menarik investasi berbasis padat karya.
Pekerja UMKM
Diminta dalam kesempatan lain, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, pengangguran sebagai risiko terbesar dalam perekonomian Indonesia terutama dikaitkan dengan struktur perekonomian yang didominasi oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sektor UMKM itu menyerap tenaga kerja sebesar 90 persen lebih.
Ketika pengangguran meningkat berarti pengangguran pasti sebagian besar berasal dari pekerja UMKM.
âKondisi ini otomatis akan menurunkan pertumbuhan, karena UMKM berkontribusi 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),âungkap Suhartoko
Pengangguran di UMKM berarti pengangguran yang sangat minimal pendapatan dan daya belinya. Oleh karena itu tidak mengagetkan pengangguran merupakan risiko terbesar perekonomian Indonesia.
Selain itu tentu saja meningkatnya pengangguran juga akan berdampak terhadap penurunan konsumsi dan investasi.
âAncaman stagnasi dari pengangguran benar-benar harus menjadi perhatian serius,âtegas Suhartoko.
- tantangan perekonomian
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.