Amerika Serikat Ultimatum Kanada Soal Perjanjian Dagang dengan Tiongkok
📅 Selasa, 27 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan mengenakan tarif sebesar 100 persen terhadap impor dari Kanada jika Ottawa merampungkan perjanjian dagang baru dengan Tiongkok. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Minggu (25/1), memperkuat ancaman serupa yang sebelumnya dilontarkan Presiden Donald Trump sehari sebelumnya.
“Kami tidak bisa membiarkan Kanada menjadi celah bagi Tiongkok untuk membanjiri AS dengan barang-barang murah mereka,” kata Bessent dalam wawancara dengan program This Week di ABC.
Dikutip dari The Strait Times, saat berkunjung ke Beijing pada 16 Januari pekan lalu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan mencairnya hubungan bilateral dengan Tiongkok. Ia menyebut kedua negara telah menyepakati “kemitraan strategis baru” serta sebuah kesepakatan dagang awal.
Dalam kesepakatan tersebut, Tiongkok diperkirakan akan menurunkan tarif impor kanola dari Kanada menjadi sekitar 15 persen pada 1 Maret, turun dari tarif saat ini sebesar 84 persen.
Tiongkok juga akan mengizinkan warga Kanada masuk ke negaranya tanpa visa. Sebagai imbalannya, Kanada akan mengimpor 49.000 kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok dengan tarif preferensial baru sebesar 6,1 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan itu muncul di tengah perang dagang AS–Kanada, setelah pemerintahan Trump memberlakukan bea masuk terhadap impor dari negara tetangga di utara tersebut.
Ketika diminta menegaskan apakah Washington benar-benar akan merealisasikan ancaman Trump pada Sabtu untuk mengenakan tarif 100 persen atas impor Kanada, Bessent menjawab, “Ada kemungkinan tarif 100 persen jika mereka membuat perjanjian perdagangan bebas.”
Ia menambahkan bahwa tarif baru akan diberlakukan “jika mereka melangkah lebih jauh, jika kami melihat Kanada membiarkan Tiongkok membuang barang-barangnya.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump sendiri menanggapi negosiasi Ottawa–Beijing melalui platform Truth Social pada Minggu. Ia menulis, “Tiongkok sedang berhasil dan sepenuhnya mengambil alih negara yang dulu hebat, Kanada. Sangat menyedihkan melihat ini terjadi.”
“Saya hanya berharap mereka membiarkan hoki es tetap apa adanya!” tambah Trump, merujuk pada olahraga nasional Kanada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!