Tiga Sekolah Terdampak Longsor di Cisarua, Bandung Barat Belajar Daring
Senin, 26 Jan 2026, 13:32 WIBBANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi sejumlah sekolah yang terdampak bencana longsor di wilayah Cisarua, menyusul pemanfaatan ruang sekolah sebagai dapur umum dan posko kebencanaan.
Kepala Disdik Bandung Barat Asep Dendih mengatakan proses belajar mengajar untuk sementara waktu dialihkan ke sistem jarak jauh guna memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan, meskipun fasilitas sekolah digunakan untuk penanganan bencana.
âUntuk proses belajar mengajar kami gunakan daring, jarak jauh, terlebih dahulu karena ruang sekolah saat ini dipakai dapur umum untuk mendukung penanggulangan bencana,â katanya.
Ia menjelaskan kebijakan pembelajaran daring tersebut bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait durasi penggunaan sekolah sebagai fasilitas penanganan bencana.
âUntuk jangka waktunya, kami akan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengetahui kapan berakhirnya penggunaan sekolah sebagai posko bencana,â ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan sekolah sebagai lokasi dapur umum dan posko dinilai sangat membantu proses penanganan bencana karena letaknya yang dekat dengan lokasi terdampak serta memiliki fasilitas yang memadai.
âKami sangat memperbolehkan sekolah dipergunakan untuk penanganan bencana karena paling dekat dengan lokasi dan fasilitas memadai,â katanya.
Saat ini terdapat tiga Sekolah Dasar (SD) di wilayah Cisarua yang digunakan sebagai fasilitas kebencanaan, baik sebagai dapur umum maupun posko pengungsian.
âTiga lokasi sekolah yang digunakan saat ini yakni di SD (Sekolah Dasar) Karya Bakti, Pasirlangu, dan Cinta Bakti,â katanya.
Pihaknya juga memastikan akan kembali menyesuaikan metode pembelajaran setelah kondisi dinyatakan aman dan sekolah dapat difungsikan kembali sebagaimana mestinya.
Sementara itu tim SAR gabungan hingga saat ini telah mengevakuasi 25 kantong jenazah, dengan 17 diantaranya berhasil teridentifikasi oleh tim DVI Polri dan lebih dari 30 rumah rusak dari total 34 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana tersebut.
Adapun jumlah pengungsi diperkirakan mencapai lebih dari 400 orang tersebar di sejumlah titik pengungsian.
- Belajar Daring
- Sekolah Terdampak Longsor Cisarua
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Umat Kristen–Katolik di Yogyakarta Gelar Seminar Ekumenisme Jelang Pekan Doa Sedunia 2026
-
Hati-hati Belanja Takjil di Sini, BPOM Masih Temukan Makanan Berformalin
-
2 Klub Inggris Siap Bajak Santiago Gimenez, Akankah AC Milan Lepas Sang Striker?
-
Bangga! Diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Pakar UI: Tempe Bukti Kearifan Lokal Indonesia
-
Berikut Informasi yang Perlu Diketahui Tentang Pembukaan Malam TM Ragunan: Dari Night Workout sampai Larangan Mobil Masuk
-
Wimbledon, Sambil Meringis Menahan Sakit, Djokovic Lolos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.