Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanpa Sinergi Fiskal–Moneter, Ekonomi Rentan Guncangan

📅 Senin, 26 Jan 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tanpa Sinergi Fiskal–Moneter, Ekonomi Rentan Guncangan Doc: antara
Ket. Stabilitas tersebut akan semakin kuat apabila didukung konsistensi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga kebijakan moneter yang independen serta komunikasi yang jelas kepada pasar.

JAKARTA – Menjaga kredibilitas fiskal melalui pengelolaan defisit dan utang yang prudent menjadi faktor penting dalam meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Stabilitas tersebut akan semakin kuat apabila didukung konsistensi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga kebijakan moneter yang independen serta komunikasi yang jelas kepada pasar.

“Sinergi ini perlu diperkuat dengan intervensi pasar yang terukur serta upaya struktural untuk memperkuat sektor eksternal, agar rupiah tidak hanya stabil secara jangka pendek, tetapi juga lebih tahan terhadap guncangan ke depan,” ujar Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufiqurrahman dihubungi di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Dia memproyeksikan rupiah masih akan berada dalam fase tekanan dan volatilitas tinggi, yang mana pelemahan yang terjadi mencerminkan kombinasi sentimen global dan domestik, bukan semata pelemahan fundamental ekonomi. Selama ketidakpastian global masih kuat dan arus modal asing belum sepenuhnya stabil, menurut dia, rupiah cenderung bergerak dalam kisaran yang rentan melemah, meskipun peluang stabilisasi tetap terbuka kepercayaan pasar membaik.

“Dengan kata lain, tekanan masih berlanjut, risiko pelemahan menengah tetap ada, target APBN sekitar 16.500 rupiah per dollar AS, kemungkinan menuju dekat 17.000 rupiah per dollar AS,” ujar Rizal.

Dari mancanegara, dia menjelaskan sentimen yang mempengaruhi rupiah, di antaranya arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, penguatan dollar AS, serta risiko eskalasi geopolitik di tingkat global. Sementara dari dalam negeri, dia menjelaskan persepsi pasar terhadap disiplin fiskal, dinamika pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta konsistensi dan independensi kebijakan moneter BI sangat menentukan kepercayaan investor.

“Kombinasi faktor-faktor inilah yang membentuk volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek hingga menengah,” ujar Rizal.

Belum genap sebeluan, kurs rupiah terhadap dollar AS melemah cukup signifikan. Sepanjang 2025 hingga Jumat (23/1), kurs rupiah terhadap dollar AS melemah 150 poin atau sekitar 0,9 persen menjadi 16.820 rupiah per dollar AS.

Strategi Nonmoneter

Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi mendorong otoritas memperkuat strategi nonmoneter untuk membantu menopang stabilitas nilai tukar rupiah yang belakangan ini mengalami tekanan hingga mendekati level 17.000 rupiah per dollar AS. “Nasib rupiah itu bergantung pada pemerintah, bukan Bank Indonesia (BI) saja,” kata Rahma saat dihubungi di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Rahma menilai pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, tekanan datang dari perang dagang AS dengan Tiongkok, perubahan arah kebijakan suku bunga The Fed, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Sementara dari sisi domestik, dia menilai tantangan utama berada pada aspek fiskal. Defisit anggaran yang melebar serta meningkatnya beban fiskal dinilai mempengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap ketahanan ekonomi nasional. Rahma juga mengingatkan bahwa tekanan nilai tukar yang berlangsung lama berpotensi memperberat pengelolaan APBN, khususnya di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.

Karena itu, ia menegaskan bahwa persoalan rupiah saat ini tidak dapat disederhanakan sebagai isu moneter semata. Menurut dia, kekuatan fundamental ekonomi Indonesia masih terbatas, terutama akibat meningkatnya tekanan fiskal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.