KDM Tegas: Kembalikan Fungsinya, Kawasan Rawan Longsor Harus Dihutankan

Minggu, 25 Jan 2026, 10:26 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi usulan agar lokasi longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dijadikan hutan dan masyarakat di sana, khususnya yang terdampak, direlokasi.

Saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Sabtu, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM melihat kawasan itu dipenuhi tanaman sayur. Dengan kontur daerah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor, sehingga sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi — Sumber: Antara Foto

"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," kata KDM. 

Untuk sementara, Dedi mengatakan meminta masyarakat yang selamat dari longsor untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga.

Saat ini, lanjut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor.

Pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, yang diduga disebabkan hujan deras pada Sabtu dini hari.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Jabar di Bandung, Sabtu, korban tewas berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, delapan orang, sedangkan dua korban lainnya berasal dari kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain itu, 82 orang dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian.

Longsor yang menimpa kawasan itu sekitar pukul 02.30 WIB itu menyebabkan 30 rumah terdampak dan satu rumah rusak berat. Selain itu, dilaporkan juga sekitar 400 warga harus dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat yang aman.

  • Pelestarian Hutan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.