Tim DVI Berhasil Mengidentifikasi Korban Pesawat ATR Bernama Esther Aprilita
Jumat, 23 Jan 2026, 16:37 WIBMAKASSAR â Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi korban keempat pesawat ATR 42-500 nomor registrasi PK-THT milik perusahaan penerbangan Indonesia Air Transport (AIT) yang mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, bernama Esther Aprilita.
"Telah menerima satu kantong jenazah dengan nomor PM.62B.04, teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis, cocok dengan nomor antimortem 002, nama Esther Aprilita Binarsit Sianipar, usia 26 tahun, jenis kelamin perempuan," ujar Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris saat konferensi pers di Posko DVI Biddokes Jalan Kumala Makassar, Jumat (23/1).
Korban beralamat di Perum Bukit Ranca Maya Nomor 1 Blok E2, Desa Cihiran, Petedok, Kecamatan Carigin Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hingga hari ini, tiga korban berhasil diidentifikasi tim DVI usai dievakuasi tim SAR gabungan.
Tim DVI gabungan yang melaksanakan identifikasi, berasal dari Biddokkes Polda Sulsel, tim DVI Pusdokes Polri, tim Iden Polda Sulsel, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Unhas.
"Tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total tiga korban dari 4 kantong jenazah yang diterima dari. Proses identifikasi terus kami lakukan secara profesional dan hati-hati sesuai prosedur," katanya.
Korban merupakan pramugari pesawat ATR maskapai penerbangan swasta AIT yang turut dalam kecelakaan itu dengan membawa 10 orang, terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang.
Identifikasi dilakukan tim DVI gabungan, setelah menerima kantong jenazah dengan kondisi tubuh utuh di posko DVI Biddokes Polda Sulsel pada Kamis (22/1), pukul 23.42 Wita usai berhasil dievakuasi tim SAR gabungan keluar dari pegunungan setempat.
Selanjutnya, tim DVI langsung melaksanakan proses identifikasi terhadap korban dengan mengambil dan mencocokkan data post mortem dan antre mortem dengan pihak keluarga korban hingga dinyatakan ada kecocokan.
Sejauh ini, pihaknya telah mengidentifikasi tiga jenazah korban kecelakaan pesawat nahas itu, masing-masing Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, disusul Deden Maulana, ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Esther Aprilita Binarsit Sianipar, pramugari pesawat tersebut.
Sebanyak satu kantong berupa body part atau potongan tubuh korban masih dalam proses identifikasi usai diterima tim pada Kamis (22/1) malam, sedangkan tujuh paket yang diterima Posko DVI hari ini, enam kantong jenazah dan satu kantong body part segera dilaksanakan identifikasi.
- Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menhub tinjau operasi pencarian pesawat ATR 42-500
-
Evaluasi Program MBG, HNW: Ini Bentuk perlindungan Anak Indonesia
-
Bandara Bali Alami Kenaikan Jumlah Penumpang Rute Lombok Selama MotoGP
-
Pemkab Bekasi Optimalkan Perpustakaan Daerah demi Tingkatkan Minat Baca Warga
-
Pencarian pesawat ATR 42-500 milik IAT di Pangkep
-
Korban Tewas Berdesakan di Kampanye Aktor India Mencapai 41 Orang
-
Latma AUMX 2025 di Batam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.