Terbang di Ketinggian 30 Km Stratosfer, Tiongkok Siapkan Visi Perang Masa Depan: Kapal Induk Luar Angkasa
📅 Rabu, 21 Jan 2026, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
BEIJING - Media pemerintah Tiongkok telah mulai mempromosikan visi perang masa depan yang berani, di mana pesawat tempur hipersonik, kawanan drone yang dikendalikan AI, dan bahkan "kapal induk antariksa" raksasa terintegrasi menjadi satu sistem tempur.
Dari Vinylon, komponen yang paling mencolok adalah konsep yang disebut Luanniao, yang digambarkan oleh media Tiongkok sebagai "Kapal Induk Neraka" – sebuah sindiran yang disengaja terhadap benteng terbang dalam film Avengers Marvel.
Para perancang membayangkannya sebagai hibrida raksasa antara kapal penjelajah dan kapal induk, yang melayang di atmosfer atas seperti pelabuhan antariksa bergerak.
Menurut angka yang dirilis, Luanniao akan memiliki panjang 242 meter dengan bentang sayap 684 meter dan berat sekitar 120.000 ton.
Benteng terbang ini konon akan beroperasi di stratosfer pada ketinggian sekitar 30 kilometer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada ketinggian tersebut, wahana ini akan berada di atas jangkauan efektif sebagian besar sistem pertahanan udara berbasis darat, namun tetap cukup dekat untuk meluncurkan drone, pesawat pencegat berkecepatan tinggi, dan rudal menuju target di Bumi atau di orbit rendah.
Konsep ini membayangkan wahana induk tersebut menampung sekitar 88 drone tempur yang dirancang khusus untuk operasi di dekat ruang angkasa.
Namun, dari sudut pandang fisika dan teknik, platform ini masih berada di ranah fantasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengirim objek seberat itu ke ruang angkasa atau bahkan mempertahankannya di tepi ruang angkasa akan membutuhkan propulsi, material, dan logistik yang jauh melampaui kemampuan saat ini.
Media Tiongkok menggambarkan Luanniao sebagai "suborbital" dan bukan pesawat ruang angkasa sungguhan.
Idenya adalah bahwa raksasa ini akan mengapung di batas ruang angkasa, bukan mengorbit planet seperti satelit.
Secara teoritis, para insinyur akan merakitnya di orbit, menggunakan beberapa peluncuran selama beberapa dekade untuk mengangkat setiap komponen, kemudian menurunkannya ke ketinggian operasi yang stabil.
Pesan sebenarnya bukan tentang kelayakan teknis, tetapi lebih tentang memberi sinyal: Tiongkok ingin dunia membayangkan mereka menguasai langit antara Bumi dan ruang angkasa.
Bahkan di dalam Tiongkok, para ahli diam-diam mengakui bahwa struktur seperti itu tidak realistis dalam waktu dekat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!