Geopolitik Memanas, Perusahaan Rusia Mulai Melipir ke Indonesia

Selasa, 20 Jan 2026, 18:45 WIB

JAKARTA – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengungkapkan adanya relokasi sekitar 10 perusahaan asal Rusia ke Indonesia, seiring eskalasi geopolitik global yang makin memanas.

Perpindahan ini menunjukkan Indonesia mulai dilirik sebagai lokasi alternatif yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. — Sumber: Antara.

Meski peluang investasi terbuka lebar, tantangan kesiapan infrastruktur dan kepastian regulasi tetap menjadi faktor kunci agar momentum relokasi ini benar-benar memberi dampak nyata bagi industri nasional.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana ditemui di Jakarta, Selasa menyatakan ketegangan geopolitik justru membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi baru, khususnya di sektor industri strategis.

"Rusia masuk 10 perusahaan," kata dia. "Ga bisa disebutin (angka investasi), tapi udah deal," katanya lagi

Adapun sektor perusahaan yang dimaksud yakni drone, farmasi, serta perkapalan, dengan sebaran lokasi investasi di kawasan industri di Pulau Jawa maupun di luar Jawa.

Lebih lanjut, dirinya menyatakan saat ini kawasan industri di Tanah Air tengah masuk dalam fase ekspansi, dengan persentase sebanyak 70 persen.

"Rata-rata ekspansi. Cuman ada tumpang tindih aturan yang tidak bisa HKI ini lebih leluasa, lebih cepat bergeraknya," kata dia.

Oleh karena itu pihaknya, mendorong terealisasinya RUU Kawasan Industri yang tengah dibahas oleh DPR dan Pemerintah.

Diketahui, pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, untuk kemudian diterbangkan ke New York.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasangan itu akan diadili atas dugaan terlibat dalam "narkoterorisme" dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.

Dalam sidang perdana di New York, keduanya menyatakan tidak bersalah.

Venezuela kemudian meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, sedangkan Mahkamah Agung setempat menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai kepala negara sementara.

Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengumumkan bahwa Washington akan mengambil langkah tegas untuk menghilangkan apa yang disebutnya sebagai “ancaman Rusia” di Greenland.

Presiden AS Donald Trump juga menyebutkan bahwa AS akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap semua barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia sebagai buntut masalah Greenland. Tarif tersebut akan mulai berlaku pada 1 Februari.

Tarif-tarif tersebut akan naik menjadi 25 persen pada 1 Juni, dan akan terus berlaku hingga kesepakatan mengenai pembelian Greenland oleh AS tercapai, ujar Trump di media sosial.

Salah satu bentuk respons, para sekutu NATO Eropa menahan informasi intelijen dari Washington di tengah isu pencaplokan Greenland oleh Presiden AS Donald Trump dan menurunnya kepercayaan di dalam NATO.

  • relokasi perusahaan rusia

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.