- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Suriah Klaim Keme...
Presiden Suriah Klaim Kemenangan Bersama Usai Gencatan Senjata dengan Pasukan Kurdi
Senin, 19 Jan 2026, 15:50 WIBJAKARTA - Pemerintah Suriah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Syrian Democratic Forces (SDF), kelompok bersenjata yang dipimpin Kurdi, pada Minggu waktu setempat. Kesepakatan ini membuka jalan bagi Damaskus untuk mengambil alih hampir seluruh wilayah negara tersebut, termasuk kawasan timur laut yang selama lebih dari satu dekade berada di bawah kendali SDF.
Pengumuman gencatan senjata muncul setelah eskalasi konflik antara pasukan pemerintah dan SDF meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan memuncak dengan operasi militer besar-besaran yang dilancarkan pemerintah Suriah ke wilayah timur, terutama di Provinsi Aleppo bagian timur, sebelum SDF dilaporkan menarik mundur pasukannya dari sejumlah garis depan.
Beberapa jam setelah pengumuman resmi pemerintah, pemimpin SDF Mazloum Abdi mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui pernyataan video. Ia menyatakan bahwa SDF menerima perjanjian itu dan akan menarik pasukannya dari Provinsi Raqqa dan Deir el-Zour demi menghentikan pertumpahan darah.
Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan telah memerintahkan penghentian seluruh pertempuran di garis depan segera setelah kesepakatan diumumkan. Langkah ini menandai fase baru upaya pemerintah untuk menegaskan kembali otoritasnya di seluruh wilayah Suriah, setelah jatuhnya Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Kesepakatan terbaru ini juga menandai kelanjutan dari perundingan sebelumnya yang sempat menemui jalan buntu. Pada Maret lalu, Damaskus dan SDF sempat membahas rencana integrasi, namun gagal berjalan karena kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan pemerintah Suriah dilaporkan telah menguasai sebagian besar wilayah Deir el-Zour dan Raqqa, kawasan strategis yang memiliki ladang minyak dan gas, bendungan di sepanjang Sungai Eufrat, serta sejumlah jalur perbatasan penting.
Media pemerintah Suriah menayangkan momen Presiden Ahmad al-Sharaa menandatangani kesepakatan tersebut di Damaskus. Meski tanda tangan Mazloum Abdi tercantum dalam dokumen, ia tidak hadir secara langsung. Pemerintah menyebut Abdi terkendala cuaca buruk dan dijadwalkan berkunjung ke Damaskus keesokan harinya.
âIni adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Suriah, dari latar belakang apa pun,â ujar al-Sharaa kepada wartawan. Ia menyatakan harapan agar Suriah dapat keluar dari fase perpecahan menuju persatuan dan stabilitas.
Amerika Serikat, yang memiliki hubungan dengan kedua pihak, turut menyambut kesepakatan ini. Utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, memuji perjanjian tersebut sebagai langkah penting menuju dialog dan kerja sama baru demi Suriah yang bersatu.
Menurut isi kesepakatan, SDF akan dibubarkan dan personelnya diintegrasikan ke dalam militer serta aparat keamanan Suriah. Sejumlah pejabat sipil dan militer SDF juga disebut akan mendapatkan posisi tinggi di institusi negara. Wilayah Raqqa dan Deir el-Zour, termasuk aset strategis seperti ladang energi dan pos perbatasan, akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.
Sementara itu, Provinsi Hassakah yang menjadi pusat populasi Kurdi diperkirakan hanya akan menyerahkan administrasi sipil kepada Damaskus. Pengelolaan penjara dan kamp yang menampung ribuan anggota serta keluarga kelompok ISIS juga akan dialihkan ke otoritas pusat.
Belum ada jadwal pasti mengenai penerapan penuh kesepakatan tersebut. Pemerintah Suriah menyebut implementasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penghentian kekerasan.
Pada Minggu malam, konvoi militer besar terlihat memasuki Kota Raqqa. Di saat yang sama, pasukan SDF dilaporkan telah meninggalkan wilayah tersebut. Sejumlah warga turun ke jalan merayakan perubahan situasi dengan mengibarkan bendera Suriah dan menyalakan kembang api.
- Suriah
- Konflik Suriah
- Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Pemkot Makassar dan Swasta Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa SD
-
Insiden Gas Bocor Guncang Pabrik Kertas di Gifu Jepang
-
'Red Bands', Pasukan Khusus Suriah yang Sukses Usir Pasukan Russia dan Gulingkan Rezim Assad
-
Menhub Ajak Masyarakat Gunakan Diskon Tarif, Stimulus Bepergian
-
Dinkes Pasaman Barat Sidak Parsel dan Takjil, Cek Ketat Tanggal Kedaluwarsa
-
Terkena Puing Rudal Iran: Suriah Tutup Rapat Wilayah Udaranya
-
Suriah Umumkan Gencatan Senjata dengan Milisi Kurdi Dukungan AS di Aleppo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.