Mata Investor Tertuju ke Tiongkok, IHSG Diprediksi Tetap Optimistis di Selasa
📅 Senin, 19 Jan 2026, 23:59 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren positif, Selasa (20/1). Selain fluktuasi di pasar komoditas, pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sikap investor yang terus mencermati perkembangan moneter dan ekonomi Tiongkok serta perkembangan geopolitik.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat rilis keputusan suku bunga Tiongkok berpotensi memengaruhi sentimen pasar, terutama terkait ekspektasi pertumbuhan ekonomi kawasan. Selain itu, pergerakan harga komoditas juga diperkirakan masih memberikan dampak signifikan terhadap kinerja sejumlah emiten di IHSG.
Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (20/1), bergerak melanjutkan penguatan, dengan level support di 9.067 dan resistance di 9.152.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1) sore, ditutup menguat 58,46 atau 0,64 persen ke posisi 9.133,87 atau mencetak level tertinggi baru atau All Time High (ATH) seiring dengan ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan menahan tingkat suku bunga acuannya. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,69 poin atau 0,41 persen ke posisi 893,12.
“IHSG menguat di tengah meningkatnya ekspektasi suku bunga yang tidak berubah untuk melindungi nilai Rupiah, dimana saat ini Rupiah kembali mengalami pelemahan menjadi sekitar Rp16.935,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Selasa (20/1) dan Rabu (21/1), yang diperkirakan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen seiring kurs Rupiah yang masih melemah. Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025, yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy) dari sebesar 7,74 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Dari kawasan Asia, bursa Asia bergerak variatif di tengah kebingungan pelaku pasar menanggapi langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin menguasai Greenland dan mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang kontra dengan keputusannya tersebut. Sementara itu, Tiongkok melaporkan data Gross Domestic Product (GDP) yang menurun menjadi 4,5 persen pada kuartal IV-2025, dari sebelumnya sebesar 4,8 persen. Meskipun demikian, GDP Tiongkok pada 2025 berhasil mencapai target pertumbuhan yaitu 5 persen (yoy).
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 1,23 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 0,77 persen dan 0,58 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,02 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,76 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.935.575 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 85,35 miliar lembar saham senilai 35,91 triliun rupiah. Sebanyak 377 saham naik, 318 saham menurun, dan 110 tidak bergerak nilainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!