Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DVI Polda Jabar Ambil DNA Keluarga Pramugari Korban Jatuhnya Pesawat ATR

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 16:58 WIB | Oleh:
DVI Polda Jabar Ambil DNA Keluarga Pramugari Korban Jatuhnya Pesawat ATR Doc: ANTARA/HO-Polda Jabar
Ket. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat saat mengambil sampel DNA keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/1).

KOTA BANDUNG - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mengambil sampel DNA keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang menjadi korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebutkan korban bernama Esther Aprilita S diketahui menjadi salah satu awak kabin yang ikut dalam penerbangan tersebut.

“Saat ini tim DVI Polda Jawa Barat berada di kediaman keluarga korban untuk mengambil data ante mortem serta DNA pembanding dari pihak keluarga,” kata Hendra saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu.

Hendra menjelaskan pengambilan sampel DNA dilakukan bersama keluarga korban di kediamannya di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut dia, pengambilan data ante mortem dan sampel DNA pembanding tersebut merupakan bagian penting dalam proses identifikasi korban secara ilmiah.

Sebelumnya, pesawat ATR ini dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dengan rute Yogyakarta menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1), sekitar pukul 13.17 WITA.

Berdasarkan perkembangan terakhir, tim SAR gabungan telah menemukan serpihan pesawat latih ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di sekitar lereng Gunung Bulusarung. Pesawat ini ditumpangi 11 orang.

Pesawat ini awalnya berangkat dari Yogyakarta pukul 09.08 WITA dengan estimasi waktu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros pukul 12.22 WITA.

Namun, pada pukul 12.23 WITA pesawat PK-THT diinstruksikan petugas Air Traffic Control(ATC) Makassar Radar agar melakukan intercept ILS runway 21 melalui Openg di ketinggian 5.300 kaki. Tetapi, pesawat melewati titik yang telah ditentukan.

Pesawat ini kemudian di laporkan hilang kontak dengan perkiraan titik koordinat 04°57’08” lintang selatan dan 119°42’54” bujur timur di atas wilayah Udara perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.