Danantara Tawarkan Visi Manufaktur Hijau Indonesia di Forum WEF

Minggu, 18 Jan 2026, 03:06 WIB

Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memandang kehadiran Danantara dalam gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 mendatang memberi ruang bagi Indonesia untuk menawarkan visi penguatan industri manufaktur berkelanjutan dan berbasis nilai tambah.

Hal ini sejalan dengan agenda investasi hijau serta transisi energi dunia, sehingga menurutnya, forum global tersebut bukan sekadar ajang bagi Indonesia dalam mencari pembiayaan.

Ket. Foto: Sejumlah karyawan mengobrol di depan Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), di Jakarta. — Sumber: Antara

“Menurut saya, kehadiran Danantara di WEF itu momentum yang sangat penting, bukan hanya soal tampil di forum internasional, tetapi soal bagaimana Indonesia mulai membangun cerita dan kredibilitas Danantara sebagai SWF (Sovereign Wealth Fund) baru di mata investor global,” kata Yusuf di Jakarta, Sabtu (17/1).

Mengingat ini menandai kehadiran perdana Danantara dalam ajang WEF, Yusuf menambahkan bahwa pada tahap awal, yang dinilai bukan semata besar kecilnya dana, melainkan arah strategi, kualitas tata kelola, serta konsistensi kebijakan pemerintah yang menopangnya.

Peran Danantara dalam WEF juga seharusnya bukan hanya mempresentasikan proyek, tetapi membangun kepercayaan, menjelaskan posisi Indonesia sebagai mitra jangka panjang, serta menunjukkan bahwa hilirisasi yang dikembangkan bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan.

“Secara realistis, hasil dari WEF mungkin belum langsung berupa angka investasi besar, tetapi lebih pada terbentuknya komitmen awal, jaringan strategis, dan meningkatnya kepercayaan investor,” kata Yusuf.

Yang tidak kalah penting, menurut dia, Danantara juga perlu meluruskan berbagai isu yang selama ini melekat, seperti soal transparansi, profesionalisme pengelolaan, dan kepastian regulasi. Hal ini mengingat para investor global biasanya sangat sensitif terhadap sinyal kebijakan.

Untuk diketahui, gelaran WEF 2026 akan diselenggarakan di Kota Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026, yang rencananya dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, sejumlah menteri bidang ekonomi, serta Danantara Indonesia.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief pada Jumat (9/1) mengungkapkan bahwa Danantara akan menawarkan kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis kepada para investor global di antaranya terkait dengan transisi energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri yang bernilai tambah.

Selain itu, Arief ​​​​​​juga memastikan bahwa Danantara akan fokus melakukan kerja sama investasi ke sektor-sektor yang membuka peluang penciptaan lapangan kerja di tanah air.

Menurutnya, kehadiran Indonesia di WEF pada tahun ini akan memiliki kedekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, serta dunia usaha.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sumsel Genjot Breeding Sapi, Dukung Target Swasembada Daging Nasional

Wagub Rano Karno Buka JFCF 2026, Dorong Transformasi dan Inovasi Digital Jakarta

Aturan Baru Ojol Segera Terbit, Pemerintah Fokus Lindungi Pengemudi dan Kurir

Jonatan Christie Masih Selamat dari Adangan Pemain Singapura

Jelang Maulid Nabi, 4 Bahan Pokok Ini Jadi Buruan Warga Mataram di Pasar Murah

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Palu Pasang Ratusan Rambu Evakuasi

Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026

Polri Raih Rekor MURI Tanam Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas

Kebakaran di Jalan Pisangan Baru Tengah, Matraman, Jakarta Timur Anguskan Tiga Rumah

Pemprov Gorontalo Lakukan Efisiensi Belanja dan Prioritas Program Berdampak Langsung ke Masyarakat untuk Jaga Kemandirian Fiskal

Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Pemprov Jambi Bangun Kesadaran Masyarakat untuk Taat Bayar Pajak Kendaraan Lewat Undian Berhadiah

Jelang Maulid Nabi, Pemprov Babel Pastikan Stok Bawang dan Cabai Cukup

BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Kalsel

Trailer Terbaru 'Dune: Part Three' Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides, Perang Besar dan Konspirasi Mematikan

Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Bromo Kembali Dibuka Tengah Malam Nanti, Wisatawan Bisa Berkunjung Lagi dengan Aman

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

Insidious 6 Ubah Aturan Besar, The Further Jadi Teror ke Dunia Nyata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.