Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Palu Pasang Ratusan Rambu Evakuasi

Rabu, 19 Agu 2026, 13:39 WIB

PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah memasang ratusan rambu evakuasi di sejumlah wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

“Sejak tahun 2023–2025, kita sudah memasang kurang lebih 350 rambu jalur evakuasi. Itu tanda jalur, rambu-rambunya semua, baik itu rambu tsunami, rambu gempa bumi, kemudian titik kumpul, zona aman, larangan zona dan lainnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon, di Palu, Rabu (19/8).

Ket. Foto: Seorang warga melintas di dekat rambu petunjuk arah evakuasi bencana terpasang di Kawasan Pesisir Pantai Tawaeli di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (26/7/2019). — Sumber: ANTARA 

Pemasangan rambu tersebut merupakan bagian dari upaya BPBD memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jalur dan lokasi yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.

Ia menyebut terdapat 122 jalur evakuasi di Kota Palu, sedangkan rambu evakuasi yang dipasang mencakup berbagai jenis tanda, mulai dari rambu tsunami, rambu gempa bumi, titik kumpul, zona aman hingga zona larangan.

“Baru kurang lebih 350-an, kita itu butuh sampai sekitar 700-an. Kita membangun itu dengan tiga zona, ada zona pantai untuk tsunami, ada zona tengah untuk gempa bumi, ada zona pinggir untuk longsor dan banjir bandang dan lain sebagainya,” katanya.

Menurut dia, setiap jenis bencana memiliki jalur evakuasi yang berbeda sehingga pemetaan perlu disesuaikan dengan karakteristik bencana di masing-masing wilayah.

Untuk memperkuat pemetaan jalur evakuasi, BPBD Kota Palu saat ini sedang menyusun dokumen strategis Kajian Risiko Bencana (KRB) terhadap 10 jenis ancaman bencana yang ada di wilayah itu.

Ia menjelaskan KRB nantinya digunakan untuk memetakan risiko yang terjadi secara lebih rinci, termasuk wilayah yang berpotensi terdampak, jumlah rumah dan masyarakat yang berpotensi menjadi korban, dan lokasi pengungsian.

“Dari KRB itu nanti bisa kita petakan di mana semua risiko yang terjadi. Misalnya kalau terjadi banjir di Kelurahan Silae, kira-kira berapa rumah yang akan terdampak, berapa masyarakat yang akan jadi korban. Itu kami akan hitung dan juga buat petanya,” ujarnya.

Menurut dia, KRB tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang juga akan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Selain RPB, kata dia, terdapat rencana kontingensi (renkon) yang merupakan rencana aksi pada setiap jenis bencana dan melibatkan semua pihak dalam penanganan.

“Kemudian turunannya lagi adalah renkon atau rencana aksi di setiap jenis bencana yang melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Ia mengatakan penambahan rambu evakuasi akan dilakukan secara bertahap dengan menghitung kembali kebutuhan setiap tahun.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wagub Rano Karno Buka JFCF 2026, Dorong Transformasi dan Inovasi Digital Jakarta

Aturan Baru Ojol Segera Terbit, Pemerintah Fokus Lindungi Pengemudi dan Kurir

Jonatan Christie Masih Selamat dari Adangan Pemain Singapura

Jelang Maulid Nabi, 4 Bahan Pokok Ini Jadi Buruan Warga Mataram di Pasar Murah

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Palu Pasang Ratusan Rambu Evakuasi

Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026

Polri Raih Rekor MURI Tanam Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas

Kebakaran di Jalan Pisangan Baru Tengah, Matraman, Jakarta Timur Anguskan Tiga Rumah

Pemprov Gorontalo Lakukan Efisiensi Belanja dan Prioritas Program Berdampak Langsung ke Masyarakat untuk Jaga Kemandirian Fiskal

Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Pemprov Jambi Bangun Kesadaran Masyarakat untuk Taat Bayar Pajak Kendaraan Lewat Undian Berhadiah

Jelang Maulid Nabi, Pemprov Babel Pastikan Stok Bawang dan Cabai Cukup

BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Kalsel

Trailer Terbaru 'Dune: Part Three' Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides, Perang Besar dan Konspirasi Mematikan

Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Bromo Kembali Dibuka Tengah Malam Nanti, Wisatawan Bisa Berkunjung Lagi dengan Aman

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

Insidious 6 Ubah Aturan Besar, The Further Jadi Teror ke Dunia Nyata

Kementerian Pariwisata: Berikut Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Pascagempa di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.