Jelang Maulid Nabi, 4 Bahan Pokok Ini Jadi Buruan Warga Mataram di Pasar Murah

Rabu, 19 Agu 2026, 14:25 WIB

Mataram - Ratusan warga di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyerbu empat bahan pokok dalam kegiatan pasar rakyat atau lebih dikenal pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan setempat, menjelang Maulid Nabi 1448 Hijriah.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Rabu (19/8), mengatakan, dari evaluasi selama lima hari pelaksanaan pasar murah, empat bahan pokok yang menjadi incaran warga adalah minyak goreng Minyakita, telur, gula, dan beras.

Ket. Foto: Antusias masyarakat antre membeli beras dan Minyakita murah di dalam pasar rakyat yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok menjelang Maulid Nabi 1448 Hijriah di Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Mataram, Rabu (19/8). — Sumber: Antara

"Dalam sehari, komoditas tersebut terjual dalam waktu sekitar satu jam lebih. Kecuali beras, kadang ada sisa beberapa kantong karena stok yang disiapkan mencapai satu ton," katanya.

Menurutnya, kegiatan pasar murah dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok (bapokting) menjelang momen peringatan Maulid Nabi.

Melalui program pasar murah yang diadakan di enam kelurahan sejak tanggal 11 Agustus 2026, sampai hari ini di Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, empat komoditas unggulan selalu ludes diserbu warga bahkan dalam waktu satu jam lebih.

Sri mengatakan, antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut sangat tinggi, terutama untuk produk minyak goreng Minyakita, telur, gula pasir, dan beras SPHP.

"Dalam setiap kegiatan di tiap titik lokasi pasar murah, stok komoditas utama tersebut hampir dipastikan habis terjual dalam waktu singkat," katanya.

Untuk ​Minyakita, katanya, stok yang disiapkan Perum Bulog pada satu titik pasar murah sebanyak 50 dus (satu dus berisi 12 liter), ditambah pasokan sekitar 20 dus dari PT Rajawali.

Minyakita menjadi incaran warga karena dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter, dengan maksimal pembelian 2 liter per orang agar distribusi merata.

"Minyakita menjadi incaran karena harganya jauh lebih murah, dibandingkan minyak goreng merek lain yang dengan harga mulai dari Rp23.000 per liter," katanya.

Selain itu, telur ayam juga menjadi incaran karena harganya murah yakni Rp39.000 hingga Rp45.000 per tre (satu tre isi 30 butir), sehingga jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang berkisar di angka Rp50.000-an.

"Untuk stok, distributor menyiapkan sebanyak 100 hingga 200 tre per titik tanpa pembatasan pembelian," katanya.

Kemudian gula pasir diserbu warga juga karena murah dan untuk memenuhi kebutuhan warga membuat jajan persiapan perayaan Maulid Nabi.

Pasokan gula pasir yang dijual selain berasal dari Bulog juga dari sejumlah retail modern dengan stok 15–50 kilogram per distributor dan dijual seharga Rp17.500 per kilogram atau lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp18.500 hingga Rp19.500 per kilogram.

Terakhir beras SPHP disalurkan oleh Bulog sebanyak satu ton per lokasi dalam kemasan 5 kg seharga Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per kantong (satu kantong isi 5 kilogram).

"Dari satu ton yang disediakan per titik lokasi pasar murah, katanya, biasanya hanya tersisa sekitar 10 hingga 15 kantong di akhir kegiatan," katanya.

Tidak Borong

Selain empat bahan pokok yang menjadi incaran warga, kata Sri, komoditas pertanian lainnya juga banyak diminati masyarakat seperti cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, dan sayuran, karena dijual di bawah harga pasar.

"Harapan kami, antusias warga bisa terus meningkat dalam setiap kegiatan pasar rakyat. Besok pagi kami akan melaksanakan pasar rakyat ke enam atau terakhir di Kelurahan Kekalik Jaya," katanya.

Lebih jauh Sri mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong menjelang peringatan Maulid Nabi, mengingat stok bahan pokok dipastikan berada dalam kondisi aman.

Penyelenggaraan pasar murah yang berlangsung hingga besok, diharapkan dapat menekan lonjakan harga di pasar tradisional dan membantu warga mendapatkan kebutuhan dasar dengan harga yang terjangkau.

"Setiap kegiatan, kami melibatkan sekitar 40 distributor dan retail modern untuk menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen pada Juli 2026 Didukung Kebijakan Makroprudensial yang Longgar

Pemkot Tangerang Gencarkan Penggunaan Produk Dalam Negeri demi Perkuat Ekonomi Daerah

Bank Sentral Korsel Sebut Pekerjaan Kaum Muda Mungkin Segera Digantikan 'AI'

Pemkab Seluma Ajak Masyarakat Manfaatkan Program CKG

Pemkot Tangerang Kian Gencarkan Kampanye Antikorupsi

Pemkab Kudus Percepat Layanan BPHTB, Maksimal hanya Butuh Tiga Hari

Menuju Babak Baru, Suriah Kini Selangkah Lagi Bebas dari Sanksi AS

Jenazah Pendaki Fahri Maulana Berhasil Dievakuasi dari Kawah Gunung Slamet

Bakom RI Sebut 388 Siswa Sekolah Unggul Garuda Lolos ke Perguruan Tinggi Terbaik Dunia

Gugatan Ditolak MA, Terpidana Mati di India Bakal Tetap Dieksekusi Gantung

Warga Pucang Sewu Surabaya Terapkan Denda Rp500 Ribu untuk Larangan Parkir Kendaraan dalam Gang

Harga Avtur Melandai, Tiket Pesawat Maskapai Jepang Resmi Turun

Bikin Bangga Indonesia! Menteri Jerman Puji Toleransi Istiqlal dan Katedral

Gak Takut Kesepian, Gen Z Punya Teman Baru Bernama 'AI'

Polres Sumedang Tancap Gas, Produksi Bawang Putih Ditargetkan Capai 7 Ton

Cegah Sekolah Ambruk, DPRD DKI Desak Disdik Audit Bangunan Rusak

Pascagempa Flores, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Lewat FT Labuan Bajo

Gubernur Pramono Hadiri Pelantikan IKAMA, Janjikan Ambulans di 5 Wilayah Jakarta

HUT RI ke-81, Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

AI Bukan Pengganti Otak, Rektor UT Dorong Mahasiswa Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.