IHSG Pecah Rekor Lagi! Tembus 9.075 dan Sentuh ATH, Saham Bank Jadi Mesin Penggerak
Jumat, 16 Jan 2026, 17:30 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada sesi perdagangan Kamis (15/1/2026) seiring derasnya perputaran dana di pasar reguler. Penguatan ini menandai momentum baru pasar saham nasional yang kembali mencetak level psikologis baru di atas 9.000.
Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 42,82 poin atau setara 0,47 persen ke posisi 9.075,41. Sejak pembukaan di level 9.072,30, indeks langsung melaju dan sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 9.100,83.
Lonjakan IHSG kali ini ditopang oleh transaksi jumbo pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang kembali menjadi magnet likuiditas. Aktivitas akumulasi dan distribusi investor juga terlihat kuat pada saham-saham volatil yang meningkatkan nilai transaksi harian.
Tingginya likuiditas di pasar reguler membuat pergerakan indeks lebih stabil meskipun terjadi rotasi sektor. Investor terlihat mulai mengalihkan fokus ke saham-saham berfundamental kuat yang dinilai memiliki prospek kinerja lebih solid sepanjang 2026.
Untuk perdagangan pekan depan, IHSG diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan tren jangka menengah yang masih berada dalam jalur penguatan. Pola pergerakan ini dinilai wajar setelah indeks mencetak rekor baru dan membutuhkan ruang penyesuaian teknikal.
Dalam kondisi tersebut, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar diproyeksikan tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar. Sektor ini dinilai memiliki katalis positif dari potensi perbaikan kinerja keuangan dan stabilitas fundamental yang relatif lebih kuat dibanding sektor lain.
Penguatan saham perbankan juga ditopang oleh ekspektasi penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan yang mulai terkendali. Selain itu, potensi pelebaran spread dinilai masih menarik di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang bergerak fluktuatif.
Dari sisi sentimen pasar, capaian ATH IHSG memberi sinyal meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik. Kondisi ini turut memperkuat persepsi bahwa pasar saham Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang kompetitif di kawasan regional.
Dengan level indeks yang semakin tinggi, pelaku pasar tetap diminta mencermati risiko volatilitas jangka pendek. Meski demikian, tren jangka menengah IHSG masih dinilai berada dalam fase positif selama dukungan likuiditas dan kinerja emiten tetap terjaga.
- Bursa Efek Indonesia
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
- Perbankan
- IHSG
- Industri Perbankan
- Saham
- Ekonomi Nasional
- Bursa Saham
- Ekonomi Indonesia
- pasar saham
- Investasi Saham
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Calvin Verdonk dan Lille Siap Guncang Toulouse, Tiket Liga Champions di Depan Mata
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.