Mahasiswa ITS Rancang Sanitary On The Go untuk Akses Sanitasi di Ruang Publik
Kamis, 13 Agu 2026, 00:00 WIBSURABAYA - Ketersediaan produk sanitasi perempuan di ruang publik masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain akses yang terbatas, proses pembelian kurang mendukung aspek privasi penggunanya. Menjawab tantangan ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Sanitary On The Go (SOTG), mesin penjual pembalut otomatis berbasis sistem cerdas.Â
Salah satu anggota tim pengembang SOTG Muhammad Fikri Kusumadinata menilai akses terhadap produk sanitasi di ruang publik belum didukung sistem yang cepat dan mudah dijangkau. Melihat kondisi tersebut, ia menggagas inovasi yang memadukan teknologi otomasi dengan layanan digital. âMelalui SOTG, kami menghadirkan sistem yang mempermudah pembelian produk sanitasi tanpa mengabaikan privasi,â tutur Fikri, sapaan akrabnya.Â
Lebih lanjut, Fikri menguraikan bahwa SOTG dirancang sebagai mesin penjual pembalut otomatis yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pengguna membeli pembalut melalui layar sentuh, kemudian melakukan pembayaran menggunakan metode non-tunai. âProsesnya dibuat sederhana agar pengguna dapat memperoleh produk dengan cepat,â urai mahasiswa Departemen Teknik Elektro Otomasi (DTEO), Fakultas Vokasi ITS ini.
Secara teknis, lanjut Fikri, sistem dibangun menggunakan arsitektur yang menghubungkan antarmuka pengguna, server lokal, layanan Cloud, serta perangkat keras fisik. Fikri menjelaskan bahwa seluruh lapisan bekerja secara terhubung. Hal ini memungkinkan data transaksi, stok, hingga kondisi mesin dapat dipantau secara bersamaan dalam jarak jauh.
Berdasarkan hasil pengujian, sistem menunjukkan performa yang relatif stabil pada proses pendistribusian produk. Waktu pengeluaran produk tercatat berlangsung dalam rentang beberapa detik dengan tingkat konsistensi yang baik. âSelain itu, komunikasi data antarsubsistem juga menunjukkan latensi yang rendah,â ungkapnya.
Fikri menilai, potensi penerapan inovasi yang dikembangkannya bersama lima rekannya ini cukup luas khususnya pada lingkungan pendidikan, fasilitas umum, hingga kawasan perkantoran. Kehadiran mesin tersebut dapat membantu menyediakan akses produk sanitasi pembalut secara lebih mudah. âTerutama pada lokasi yang memiliki mobilitas tinggi,â imbuhnya.
Ke depan, Fikri berharap pengembangan SOTG dapat terus dilakukan agar memiliki fitur yang lebih adaptif dan siap diterapkan secara luas. Inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Mahasiswa ITS Kembangkan Sistem Informasi Geografis Web untuk Identifikasi Wilayah Rawan Demam Berdarah
-
Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Kebakaran Listrik Hi-VITS
-
UMKM Jadi Tumpuan Baru Lebak untuk Menekan Angka Kemiskinan
-
Perang Makin Mematikan, 330 Anak Sudan Tewas Hanya dalam 6 Bulan
-
Wamen Ekraf Ajak Aktor “Fast and Furious” Sung Kang Jelajahi Jakarta di Malam Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.