Peluncuran Sekolah Lansia di Rumah Singgah

Rabu, 12 Agu 2026, 22:57 WIB

Banda Aceh - Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Aceh meluncurkan program Sekolah Lansia gratis di Rumah Singgah Bersama BFLF Indonesia agar mereka tetap aktif dan berkarya.

“Sekolah Lansia ini dirancang sebagai ruang bagi para lanjut usia untuk tetap aktif, bersosialisasi, berkarya, sekaligus menjaga kesehatan dan kebermanfaatan mereka di tengah keluarga maupun lingkungan sosial,” kata Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Octaviano di Banda Aceh, Rabu.

Ket. Foto: Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Aceh meluncurkan program Sekolah Lansia gratis di Rumah Singgah Bersama BFLF Indonesia (ANTARA/HO-BFLF). — Sumber: Antara

Ia menjelaskan program yang diikuti 48 lansia dari Banda Aceh itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan lansia merdeka bebas keterasingan. Di mana kegiatan yang membuat para lansia tetap bergerak, kreatif dan memiliki ruang untuk berkontribusi.

“Hari ini kita sudah melakukan kegiatan Sekolah Lansia bersama BKKBN di Rumah Singgah BFLF yang turut didukung PT MIFA. Program ini lansia berdaya, lansia bahagia, program ayah bunda belajar mengajar, ini akan terus berlanjut,” katanya.

Ia menjelaskan, Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada kegiatan berkumpul, tetapi juga mendorong para lansia agar tetap aktif dan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Tujuannya dari kegiatan ini agar para ayah bunda, nenek, kakek-nenek lebih bergerak, kreatif, juga berkontribusi, serta juga masih memberikan manfaat dan kebaikan untuk kehidupan,” ujarnya.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain pemeriksaan kesehatan, senam lansia, kajian agama, pelatihan pemberdayaan seperti memasak, hingga kegiatan sosial berupa sedekah yang dilakukan para lansia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Michael mengatakan, pembentukan Rumah Singgah Lansia tersebut berangkat dari kondisi sebagian lansia yang menjalani keseharian seorang diri.

“Banyak lansia-lansia yang saat ini di rumah tinggal sendirian bukan karena anaknya tidak peduli. Kemungkinan kesibukan dan para kehidupan cucunya juga tidak bisa menemani, sehingga para lansia ini harus mendapatkan sebuah kegiatan dan juga bisa berkumpul dan bersosialisasi, bersilaturahmi sesama lansia,” katanya.

Ia berharap keberadaan program tersebut dapat membuat para lansia memiliki ruang untuk berinteraksi sehingga tidak merasa sendiri dan tetap memiliki peran di lingkungan.

Michael juga berharap program Sekolah Lansia dan berbagi program lainnya tersebut mendapat dukungan dari pemerintah, serta dunia usaha maupun masyarakat agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.