Terjang Medan Ekstrem dan Mobil Terperosok, Damkar Surabaya Ikut Diterjunkan Padamkan Api Bromo
Kamis, 13 Agu 2026, 00:02 WIBSURABAYA â Bukan sekadar membawa mobil pemadam, lima personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya harus menerjang medan berat kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemkot Surabaya mengirimkan lima personel bersama dua armada, masing-masing satu unit fire truck berkapasitas 3.000 liter dan satu mobil ranger. Tim tersebut diterjunkan setelah menerima permintaan dukungan dari BPBD Jawa Timur dan Sekretaris Daerah Kota Surabaya pada Sabtu (8/8/2026) malam.
Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, tim rescue dan pasukan rayon langsung bergerak menuju lokasi pada Minggu (9/8/2026) pagi.
âKami diminta membantu penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Setelah berkoordinasi, tim rescue dan pasukan rayon langsung berangkat pada Minggu pagi,â kata Laksita Rini, Rabu (12/8/2026).
Kebakaran di kawasan TN-BTS diketahui telah berlangsung sejak 3 Agustus 2026. Saat tim Surabaya menerima informasi, api dilaporkan telah meluas hingga kawasan utara B29 dan bergerak ke sejumlah wilayah di sekitar kaldera.
Terjebak Medan Berat Bromo
Laksita menjelaskan, lima personel yang diberangkatkan terdiri atas tiga personel rescue dan dua personel pasukan rayon. Selain fire truck, mobil ranger digunakan untuk membawa personel sekaligus berbagai peralatan pemadaman.
âFire truck yang kami bawa kapasitasnya 3.000 liter. Karena personelnya lima orang dan masih ada beberapa peralatan yang harus dibawa, kami juga menggunakan mobil ranger,â ujarnya.
Setibanya di lokasi, tim DPKP Surabaya bergabung dengan unsur gabungan dan membantu melakukan pemadaman di sejumlah titik, mulai dari kawasan Pasar Berisik hingga mengarah ke Ranu Pane.
Namun, pemadaman tidak berlangsung mudah.
Kontur kawasan Bromo yang berat membuat sejumlah titik api sulit dijangkau kendaraan pemadam. Di beberapa lokasi, pemadaman bahkan harus dilakukan dari udara menggunakan helikopter.
âMedannya memang cukup berat. Ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau langsung oleh tim pemadam sehingga dilakukan pemadaman melalui water bombing menggunakan helikopter,â jelas Laksita.
Operasi udara dilakukan berulang kali untuk menjangkau titik api yang tidak dapat diakses melalui jalur darat. Sementara di darat, personel gabungan terus menyisir dan memadamkan titik-titik api yang masih dapat dijangkau.
Bawa Alat Pemadam dalam Ransel
Untuk menghadapi medan yang sulit, personel DPKP Surabaya juga membawa peralatan khusus berupa AFT Backpack (Advanced Firefighting Technology).
Alat tersebut berbentuk seperti ransel dan dapat dipanggul oleh petugas. Dengan sistem bertekanan tinggi, peralatan ini memungkinkan petugas membawa sumber air langsung mendekati titik api yang sulit dijangkau kendaraan besar.
âKami membawa dua unit alat pemadam yang bisa dipanggul. Kapasitasnya sekitar 10 liter dan bertekanan tinggi, sehingga sangat membantu ketika ada titik api yang padat dan harus segera dipadamkan,â kata Laksita.
Peralatan tersebut menjadi salah satu perlengkapan yang digunakan untuk mendukung pemadaman manual di tengah kondisi medan yang tidak memungkinkan kendaraan pemadam masuk secara langsung.
Mobil Damkar Sempat Terperosok
Tantangan tidak hanya datang dari api.
Tim Surabaya juga sempat menghadapi persoalan ketika kendaraan mereka terperosok di kawasan lautan pasir.
Menurut Laksita, kondisi pasir pada siang hari menjadi lebih sulit dilalui sehingga mobilisasi kendaraan harus dilakukan dengan lebih hati-hati.
âAlhamdulillah, semua personel selamat dan sehat. Memang saat pertama datang, mobil sempat terperosok karena medan lautan pasir. Kalau pagi mungkin masih bisa dilalui, tetapi siang hari pasirnya lebih sulit untuk dilewati,â ujarnya.
Kondisi tersebut membuat strategi pemadaman harus menyesuaikan karakter medan. Tim gabungan harus membagi tugas antara pemadaman melalui jalur darat dan dukungan operasi udara.
Salah satu personel rescue DPKP Surabaya, Ilham, mengatakan tim gabungan melakukan pemadaman di sejumlah titik, di antaranya Blok Tepelan, Watu Tulis, hingga Resort Ranu Pane.
Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Jawa Timur, pemadam kebakaran dari sejumlah daerah, Manggala Agni, BPBD setempat, hingga relawan.
Surabaya Ikut Bergerak
Laksita mengatakan keterlibatan DPKP Surabaya merupakan bentuk respons pemerintah daerah dalam mendukung penanganan bencana yang berdampak luas.
Menurut dia, pengerahan personel lintas daerah menunjukkan bahwa penanganan karhutla di kawasan Bromo membutuhkan kerja bersama.
âIni sudah menjadi perhatian bersama, bukan hanya daerah tertentu. Mungkin dari provinsi melihat kecekatan teman-teman Damkar Surabaya sehingga kami diminta untuk membantu bersama tim dari daerah lain,â tuturnya.
Lima personel DPKP Surabaya kemudian menyelesaikan tugas dan kembali ke Surabaya pada Selasa (11/8).
Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
âAlhamdulillah api sudah bisa dipadamkan bersama operasi gabungan dengan Manggala Agni, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD setempat, dan relawan,â pungkasnya.Â
- Karhutla Bromo
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Drone Turun Tangan
-
Limbah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk, Antar Sekolah di Perbatasan Ini Raih Juara Nasional
-
Hakim Nyatakan Bersalah, Perusak Rumah Nenek Elina Divonis 3 Tahun 10 Bulan Penjara
-
Pemkab Jayawijaya Umumkan 825 Peserta Lulus Seleksi CASN 2026 dari BKN
-
Heboh Bola Luar Angkasa Misterius di Pantai Queensland, Badan Antariksa Australia Ungkap Kemungkinan Asalnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.