Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Relasi Khusus dalam Modus 'Child Grooming'

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 20:38 WIB | Oleh:
Waspadai Relasi Khusus dalam Modus 'Child Grooming' Doc: Antara/Rahmad
Ket. Ilustrasi pemeran tampil pada aksi teatrikal kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Lhokseumawe, Aceh.

JAKARTA - Psikolog Klinis Anak dan Remaja Gisella Tani Pratiwi, M.Psi., Psikolog mengemukakan relasi khusus yang dibangun orang yang usianya lebih tua dengan anak perlu diwaspadai karena bisa menjadi celah child grooming.

Child grooming itu proses yang mana pelaku membangun relasi khusus dengan anak dan kadang dengan keluarga besarnya, untuk mendapatkan kepercayaan dan membentuk relasi kuasa atau otoritas atas anak, dalam persiapan melakukan tindakan kekerasan (abusive),” kata Gisella kepada pewarta di Jakarta, Rabu (14/1).

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan proses child grooming biasanya diawali dengan upaya pelaku menjalin hubungan khusus dengan anak untuk menumbuhkan rasa percaya, seperti memberi hadiah, menggunakan identitas palsu, hingga perhatian di luar proporsi wajar.

Kemudian, proses child grooming ditandai dengan eksploitasi kepercayaan yang sudah terbentuk. Dalam hal ini, pelaku mulai mengeksploitasi relasi percaya dengan mengisolasi korban dari lingkungan atau dukungan sosialnya seperti dari teman dekat dan keluarga.

“Relasi ini dilakukan dengan pola-pola ancaman, memeras materi atau immateril, manipulasi, dan eksploitasi relasi kuasa. Jika relasi ini telah terbentuk maka pelaku bisa melakukan tindakan penganiayaan yang telah direncanakan seperti kekerasan seksual, atau eksploitasi dengan tujuan lainnya,” tutur dia.

Gisella juga menyampaikan bahwa tanda-tanda child grooming pada anak dan remaja sering kali tidak mudah dikenali. Namun, terdapat beberapa ciri khas yang kerap ditemukan dan perlu diwaspadai orangtua maupun lingkungan sekitar.

Menurut Gisella, anak menerima hadiah atau perhatian berlebihan dari orang tertentu, termasuk hadiah atau uang dengan sumber yang tidak jelas atau dirahasiakan. Kondisi ini menjadi lebih mengkhawatirkan jika anak menjalin hubungan khusus dengan pihak yang usianya lebih tua, memiliki status sosial, atau profesi tertentu.

Selain itu, perubahan perilaku anak yang drastis juga dapat menjadi indikator, seperti suasana hati yang mudah berubah, mudah marah, penurunan prestasi akademik, hingga menarik diri dari pertemanan atau keluarga atau lingkup sosial yang biasanya.

“Menunjukkan perilaku atau menggunakan kalimat yang bernuansa seksual di luar kebiasaan atau pengetahuan umum yang orangtua ketahui, memiliki rahasia yang dijaga ketat misalnya kegiatan yang dilakukan sesudah sekolah atau kegiatan online,” jelas psikolog klinis yang berpraktik di Jakarta itu.

Gisella menekankan orangtua atau pengasuh melihat tanda-tanda tersebut penting untuk mendekati anak dan berbicara tentang apa yang sedang dialami dengan pendekatan yang penuh empati, menghindari sikap menyalahkan atau menggurui, sehingga anak merasa nyaman dan aman untuk terbuka.

Dalam mencegah anak terkena grooming, Gisella juga menyarankan orang tua perlu menjalin relasi pengasuhan konsisten yang meningkatkan rasa kelekatan emosional yang hangat dan tanpa syarat, disertai penerapan batasan yang sehat serta aman untuk perkembangan anak.

“Contohkan dan ajari anak mengenai relasi yang sehat, yaitu relasi yang tulus menerima apa adanya, timbal-balik, komunikatif dan hangat, mendiskusikan kepada anak perilaku yang manipulative dan membedakan mengenai rahasia baik dan rahasia buruk,” katanya.

Lebih lanjut, Gisella menambahkan agar orang tua usahakan mengetahui dan memahami kegiatan online anak, mengajarkan dan mencontohkan perilaku dalam menggunakan online yang sehat, misalnya durasi penggunaan gawai yang sesuai kebutuhan, memiliki tujuan yang jelas, tidak menyebar identitas pribadi, mengkonsumsi materi yang valid, memberikan komentar yang membangun kepada materi unggah orang lain.

“Ajak anak memahami perilaku-perilaku online yang beragam termasuk yang manipulative dan tidak pantas untuk usia nya dan dorong untuk menginfomasikan kepada orang tua jika menerima materi yang tidak pantas,” tutur dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.