Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Densus 88 Ungkap Anak Berusia 14 Tahun di Jepara Ingin Jadi Pelopor Kekerasan Sadistik di Sekolah, Gabung dengan True Crime Community

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Densus 88 Ungkap Anak Berusia 14 Tahun di Jepara Ingin Jadi Pelopor Kekerasan Sadistik di Sekolah, Gabung dengan True Crime Community Doc: antara foto
Ket. Video yang melibatkan seorang pelajar di Jepara, Jateng menjadi pelopor kekerasan di sekolah.

JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa terdapat seorang anak di Jepara, Jawa Tengah, yang ingin menjadi pelopor kekerasan sadistik di sekolah.

Anak berusia 14 tahun tersebut tergabung dalam true crime community yang memiliki paham ekstremis dan ideologi kekerasan ekstrem.

"Ini bisa ditangani oleh Densus 88 bersama dengan Polda Jawa Tengah," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1).

Dalam video yang ditunjukkan Mayndra pada konferensi pers, anak tersebut memperagakan menggunakan senjata api di lingkungan sekolah sebagai bentuk simulasi sebelum melakukan aksi.

"Yang bersangkutan ingin menjadi trigger atau menjadi pelopor dari kekerasan yang dilakukan atas nama TCC (true crime community)," ucapnya.

Setelah dilakukan intervensi oleh Densus 88 bersama kementerian/lembaga lainnya, anak tersebut masih tetap ingin melakukan kekerasan.

Mayndra juga mengungkapkan bahwa anak tersebut pernah membawa pisau ke sekolah dan bahkan memiliki koneksi internasional dengan REDA selaku pendiri kelompok Berber Nationalist Third-positionist Group (BNTG) di Prancis.

"Ini adalah gerakan nasionalisme etnis Berber berbasis daring dengan ideologi Third Positionist, berorientasi pada penyatuan identitas dan pembebasan politik etnis," katanya.

Tidak hanya di Jepara, Densus 88 juga mengintervensi sejumlah anak lainnya yang tergabung dalam true crime community, salah satunya seorang anak di Singkawang, Kalimantan Barat. "Cepat terdeteksi, kemudian dicegah," ucap Mayndra.

Anak berusia 11 tahun tersebut diketahui mempunyai rencana untuk melakukan penyerangan di sekolah dan melakukan aksi dengan menggunakan bahan peledak, senjata tajam, serta senjata api.

Anak itu juga mengaku sudah menyiapkan pisau di tas sekolah, tetapi ketahuan oleh guru. Diduga kuat motivasi sang anak melakukan kekerasan karena dijauhi rekan-rekannya dan ingin balas dendam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.