- Home
-
- Megapolitan
-
- Tangerang Darurat Banjir, ...
Tangerang Darurat Banjir, 24 Kecamatan Terendam
Rabu, 14 Jan 2026, 17:42 WIBTANGERANG â Banjir dua hari lalu baru merendam enam kecamatan, kini banjir Tangerang telah meluas merendam 24 kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten melaporkan bahwa bencana alam banjir yang melanda Tangerang meluas hingga mencapai 24 kecamatan, tinggal tiga kecamatan yang belum banjir.
"Sekarang sudah mencapai sekitar 20-24 kecamatan. Namun, di setiap kecamatan tidak semua desa terdampak. Ada yang satu desa, ada yang dua desa, ada yang tiga desa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik di Tangerang, Rabu. Ia mengatakan dari 24 kecamatan yang terdampak terdapat sedikitnya 10 ribu kepala keluarga (KK) dengan 45.000 hingga 50.000 lebih jiwa menjadi korban musibah tersebut.
"Ya, sekitar 50.00 warga menjadi korban," ucapnya. Meski terjadi perluasan, kata Taufik, kondisi genangan banjir di beberapa titik saat ini sudah mulai berangsur surut. Hanya saja, terdapat pemukiman yang berlokasi di bantaran sungai masih teredam.
"Yang surut juga banyak, berangsur-angsur surut, tapi juga ada yang karena limpahan air sungai Cidurian, sehingga terdampak ke masyarakat," ujarnya. Taufik menambahkan hingga kini wilayah yang masih terendam masih terhitung relatif seperti di wilayah Kecamatan Kresek, tepatnya di Pasir Ampo dengan jumlah 144 kepala keluarga dari 132 rumah.
Sementara itu, untuk ketinggian air bervariasi mulai dari 60 centimeter sampai 80 centimeter dan yang terparah mencapai 2 meter. "Tetapi, untuk data titik banjir nanti kita secara khusus, kita akan rekap, karena belum semuanya masuk," paparnya.
Dia menambahkan dalam upaya penanganan bencana alam ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi lain dalam rapat bersama. Langkah awal yang bakal dilakukan adalah pembangunan fasilitas pompa air, normalisasi hingga pembukaan pintu air.
"Khususnya, di wilayah Kosambi dan wilayah-wilayah lain relatif hampir mirip. Contoh, wilayah Kosambi kemungkinan akan dibangun saluran air atau normalisasi ditambah rumah-rumah mesin pompa," kata dia.
Butuh Bantuan
Sementara itu, ratusan korban bencana alam banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, membutuhkan bantuan logistik sandang pangan hingga obat-obatan. "Paling dibutuhkan kebutuhan makanan, seperti mie instan, telur dan lainnya. Paling utama dulu, obat-obatan," ungkap Ketua RW 03, Fiktor Silaen di Tangerang, Rabu.
Ia bilang, bantuan bahan pokok ini sangat diperlukan oleh para korban bencana banjir. Pasalnya, mereka telah terdampak bencana selama tiga hari sejak Minggu (11/1) hingga Rabu (14/1).Kendati demikian, diharapkan pemerintah daerah Kabupaten Tangerang untuk segera turun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"Hingga saat ini belum ada sama sekali bantuan pemerintah. Kami berharap agar segera mengirim kebutuhan para korban banjir seperti bahan pokok," tuturnya. Ia mengaku, untuk penanganan sementara, masyarakat setepat secara swadaya dan bergotong royong telah membangun tenda dan dapur darurat bagi para pengungsi.
Pihaknya memperkirakan jumlah warga mengungsi akan terus bertambah karena banjir semakin meluas akibat luapan Sungai Cidurian tersebut. Bahkan, katanya, ketinggian air saat ini telah mencapai 70 centimeter hingga dua meter. "Ketinggian air sampai dua meter untuk update sekarang kondisi banjir ini khusus yang di Perumahan Taman Cikande terus meluas," ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan data terdapat 222 kepala keluarga (KK) dengan seratusan lebih rumah di Perumahan Taman Cikande terdampak banjir.
- Banjir Tangerang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
27 Pabrik Baru Akan Dibuka di Jateng Sektor Garmen dan Alas Kaki
-
Antisipasi Banjir Susulan, Pemkot Tangerang Pasang Kisdam di Tanggul Jebol
-
Karnaval Sarendo-Rendo 2025 Digelar Meriah
-
Kendaraan Roda Dua Diizinkan Masuk Tol Wiyoto Wiyono Imbas Banjir
-
Google Keluarkan Daftar Kata Kunci Paling Laris Selama 2025
-
Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Sewerage Development Project Diperpanjang hingga 2026, Berikut Daftar Jalan yang Terdampak
-
Bappenas Bocorkan Rencana Besar: Indonesia Akan Punya Institut Garam Sendiri!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.