Kadin: Program MBG Berpotensi Dongkrak Pertumbuhan PDB hingga 3,5 Persen

Rabu, 14 Jan 2026, 17:05 WIB

Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, meyakini program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan tambahan signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 3,5 persen.

Keyakinan itu menurut dia, didasarkan pada besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan dari rantai pasok pangan yang terlibat dalam program tersebut.

Ket. Foto: Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie ditemui usai diskusi MBG Outlook di Jakarta, Rabu (14/1). — Sumber: Antara

Anindya ditemui usai MBG Outlook di Jakarta, Rabu (14/1) menyampaikan, angka tambahan PDB yang dihasilkan bukanlah proyeksi yang ringan, melainkan target yang realistis apabila program MBG dijalankan secara optimal dan konsisten.

Menurutnya, kontribusi MBG bahkan dapat menjadi salah satu penopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi, sesuai target Presiden Prabowo yakni di angka 8 persen.

"Berdasarkan ukuran ekonomi bisa membuat pertumbuhan tambahan di PDB 3,5 persen," kata dia.

Selain dampak ekonomi, ia menegaskan bahwa MBG membawa manfaat strategis bagi pembangunan sumber daya manusia. Program ini dinilai menjadi fondasi awal dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

"Kita menginginkan lebih banyak insinyur, lebih banyak dokter, lebih banyak juga istilahnya guru, dan sampai atlet," kata dia lagi.

Dari sisi implementasi, Anindya menyebut pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 32.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Hingga saat ini, lebih dari 20.000 SPPG telah terbangun, dengan Kadin berpartisipasi dalam pembangunan 1.000 dapur di berbagai daerah.

Ia menambahkan, program MBG juga menjadi pintu masuk penguatan ketahanan pangan nasional.

Menurut Anindya, ketahanan pangan hanya dapat terwujud melalui hilirisasi sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan, yang didukung oleh kepastian pasar dari program MBG sebagai pengguna hasil produksi pangan dalam negeri.

MBG kata Anindya, turut membuka peluang usaha luas bagi anggota Kadin di daerah maupun asosiasi, mulai dari penyediaan ayam, telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, hingga susu.

Peluang juga terbuka di sektor pendukung seperti produksi hulu, cold chain, logistik pangan, pengolahan protein, serta subsektor terkait lainnya.

  • Program MBG

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.